Polda Sebut Korban Tewas Dikerumunan Demo Bukan Terkena Peluru

1624
Pesona Indonesia
Massa saat bentrok dengan anggota polisi di Mapolres Kepulauan Meranti Riau. Foto: Riau pos
Massa saat bentrok dengan anggota polisi di Mapolres Kepulauan Meranti Riau. Foto: Riau pos

batampos.co.id – Polda Riau membantah kabar yang menyebutkan tewasnya salah satu warga di depan Mapolres Meranti, Kamis (25/8) kemarin karena tembakan petugas.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo mengungkapkan, meninggalnya warga yang bernama Is (33) itu bukan terkena tembakan polisi.

“Benar dalam aksi demo ini ada satu warga yang ditemukan tewas. Namun itu bukan karena peluru polisi. Warga yang tewas itu terkena lemparan batu,” kata Guntur dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group), Jumat (26/8).

Selain membantah akibat senjata api dari polisi, Guntur juga mengklaim warga sipil itu tewas di rumah sakit. “Sempat dievakuasi ke RSUD setempat, namun nyawanya tidak tertolong,” ujar Guntur.

Guna mengendalikan kurusuhan agar tidak meluas, Polda Riau menerjunkan pasukan Brimob dan Dalmas. Jumlahnya mencapai enam satuan setingkat pleton.

“Atas perintah Kapolda Riau, sudah dikirim enam SST pasukan masing-masing dua SST dari Siak, dua SST dari Bengkalis, dan dua SST dari Pekanbaru. Ini untuk mengendalikan situasi supaya kondusif,” ujar Guntur.

Sebagaimana  diketahui, suasana Kabupaten Kepulauan Meranti sangat mencekam sepanjang Kamis (26/8). Hal itu buntut dari hilangnya tiga nyawa masyarakat setempat.

Dari tiga yang terbunuh pada kejadian itu yakni seorang personel Polres Meranti atas nama Bripda Adil S Tambunan. Dua warga sipil lainnya Apri Adi (24), pelaku pembunuhan terhadap Bripda Adil dan satu orang lainnya Is (30), warga sipil yang ikut aksi demonstrasi di depan Mapolres Meranti.

Sebelumnya, tersangka Adi, terlibat pertengkaran dengan Bripda Adil S Tambunan, Kamis dini hari (25/8), sekitar pukul 01.45 WIB. Lantas pegawai honorer itu dibekuk aparat Polres Meranti. (jpg)

Respon Anda?

komentar