Polisi Ajak Damai, Keluarga Besar Apri Tolak Mentah-Mentah

1684
Pesona Indonesia
Jenazah Afriyadi saat dibawa ke kamar mayat RSUD Selatpanjang. Foto: Riau Pos/jpg
Jenazah Afriyadi saat dibawa ke kamar mayat RSUD Selatpanjang. Foto: Riau Pos/jpg

batampos.co.id – Keluarga besar Apri Adi Pratama, tersangka penusukan seorang anggota polisi yang tewas dianiaya tak lama setelah ditangkap polisi menolak untuk berdamai.

Kakak kandungnya Nur Afny, mengaku kepada wartawan bahwa polisi tidak mau memberikan surat untuk keperluan visum. Bahkan dia mengaku, pihak keluarga diminta menandatangani surat perdamaian yang ditolaknya mentah-mentah.

“Saya akui adik saya melakukan pembunuhan, tapi harusnya diproses sesuai prosedur. Kami tidak menyangka polisi sekejam itu. Berilah sedikit keadilan,” harapnya seperti diberitakan Riau Pos (Jawa Pos Group) hari ini (26/8).

Dia juga berharap masyarakat untuk tidak lagi menggunakan foto adiknya dengan kondisi mengenaskan itu sebagai gambar profil ataupun menyebarkannya di media massa. “Tolonglah jangan tambah duka kami. Jangan lagi foto adik saya disebarluaskan,” pinta Afny.

Jenazah Afriyadi sudah dibawa ke rumah duka. Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Polres terhadap kasus penembakan tersebut. Hingga pukul 19.00 Wib, mediasi antara pihak Polres, masyarakat dan Pemda masih berlangsung.

“Nanti akan kami berikan penjelasannya. Tolong bersabar dulu,” kata Kasat Reskrim Polres Meranti, AKP Aditya Warman, saat dimintai konfirmasi.(jpg)

Respon Anda?

komentar