Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri dan jajarannya diminta oleh Kapolri Jendral Tito Karnavian agar dapat mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukumnya. Sebab beberapa daerah akan memasuki musim panas, sehingga perlu pengawasan yang ketat.

“Polda Kepri diminta dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan,” kata Kabid Humas Polda Kepri AKBP, Hartono kepada koran Batam Pos, kemarin.

Ia mengatakan bahwa pihak kepolisian diminta untuk dapat berkoordinasi dengan berbagai pihak, agar kabut asap akibat kebakaran hutan tak terjadi. Sebab hal ini sangat menganggu aktivitas masyarakat.

Pihak kepolsian tak ingin, kejadian pada tahun lalu terulang kembali. Dimana kabut asap melumpuhkan kegiatan masyarakat, pelabuhan, dan bandara. Selain merugikan masyarakat materil, tapi juga kesehatan. Sebab tahun lalu, banyak masyarakat yang menderita gangguan pernafasan.

“Video Conference menghadirkan Kapolri, Kementrian Kehutanan, Polda Kepri, Gubernur serta dari Pemko Batam serta BMKG Batam,” ujar Hartono.

Dari data yang dirilis BMKG melalui websitenya, terlihat ada puluhan titik panas namun hanya belasan saja yang berpotensi menjadi titik api. Dimana 2 titik di Sumatera dan 13 di Kalimantan.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun membenarkan dirinya diminta mengantisipasi adanya titik api ini. “Iya,” ucapnya singkat

“Kami hanya diminta berkoordinasi saja,” pungkasnya. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar