Polisi vs Honorer Pemkab Meranti Berujung Maut, Diduga Faktor Wanita Cantik

921
Pesona Indonesia
Warga membakar motor polisi. Foto: RPG
Warga membakar motor polisi. Foto: RPG

batampos.co.id – Anggota kepolisian dari Polres Kepulauan Meranti Brigadir Adil S Tambunan (32) yang dibunuh oleh honorer di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Afriyadi Pratama (24) Kamis (25/8/2016) sekitar pukul 01.45 WIB, yang berujung pada kerusuhan besar, diduga faktor seorang wanita cantik berinisial EBN (26).

Kedua pria yang bertikai ini diduga menyukai wanita yang sama sehingga berujung percekcokan malam itu di parkiran Hotel Furama Selatpanjang. Afriyadi yang akrab disaba Adi kemudian menikam Brigadir Adil lima lubang di dada, lengan, dan dagu, yang menyebabkan sang Brigadir tewas.

Setelah membunuh korbannya, Adi langsung melarikan diri menggunakan sepeda motornya dan sudah sempat menyeberang ke Kecamatan Merbau di Pulau Padang. Namun pelarian Adi berakhir setelah anggota Polsek Merbau yang mencegatnya di salah satu jalan di Desa Meranti Bunting, Kecamatan Merbau. Sekitar pukul 03.30 Wib, tersangka berhasil ditangkap, bagian kakinya ditembak.

Pada saat itu anggota Sat Reskrim Polres Kepulauan Meranti langsung menjemput tersangka dengan menggunakan speed boad. Karena tersangka mendapatkan tembakan di kakinya, petugas langsung membawa ke RSUD Selatpanjang.

Setelah mendapatkan perawatan di RSUD, sekitar pukul 06.00 WIB tersangka dibawa ke klinik Polres Kepulauan Meranti. Di klinik ini diduga Adi dianiaya teman-teman Brigadoir Adil. Sekitar pukul 08.05 WIB diketahui tersangka sudah tidak bernyawa lagi dan jasadnya dibawa ke RSUD Selatpanjang.

Foto Adi yang bonyok dan tewas di aniaya kemudian beredar di jejaring sosial. Keluarga Adi dan warga tak terima karena kondisi Adi saat ditangkap hanya luka tembak di kaki.

Inilah yang kemudian memicu kerusuhan besar, warga meyerbu Mapolres Meranti yang kemudian berujung pada tewasnya satu warga lagi.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Asep Iskandar enggan berspekulasi soal kabar pertikaian itu karena faktor seorang wanita yang terlibat cinta segitiga.

“Kalau asmara, kita belum tahu. Makanya kita akan lakukan penyelidikan terlebih dahulu,” kata Kapolres, seperti dikutif Riaupos.co (grup batampos.co.id).

Kapolres berjanji akan menindak lanjuti permintaan tersebut. Namun dia juga meminta waktu kepada masyarakat. “Baik, kami akan menindaklanjuti ini. Tapi tolong kasih kami waktu,” kata Kapolres.  (RPG)

Respon Anda?

komentar