Sering Terjadi Kebakaran, Riau Dapat Bantuan Pesawat Modifikasi Cuaca

304
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Provinsi Riau akan menerima bantuan sebuah pesawat yang akan difungsikan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di daerah tersebut.

Pesawat modifikasi cuaca tersebut merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat. Kebijakan ini menyusul dipindahkannya pesawat Cassa ke Sumatera Utara.

‘’Rencananya datang, Kamis (25/8) ini,‘’ kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger, seperti diberitakan pekanbarumx (Jawa Pos Group) hari ini (25/8).

Pemindahan pesawat modifikasi cuaca Cassa ke Sumatera Utara dikatakan Edwar untuk mendukung satuan tugas kebakaran hutan dan lahan di sana. “Di Sumut juga terjadi karhutla,’’ lanjutnya.

Edwar menyambut baik datangnya pesawat bantuan pusat. “Saat ini banyak terpantau sel-sel awan cumulus yang berpotensi terbentuk hujan. Sehingga momen tersebut harus dapat dimanfaatkan dengan baik,’’ katanya lagi.

Mewakili warga dan Pemerintah Provinsi Riau, dia mengucapkan terima kasih atas dukungan. “Sejauh ini, upaya pihak-pihak terkait di Provinsi Riau telah berhasil menekan angka karhutla secara signifikan dan bencana kabut asap dapat dihindari,’’ ujar Edwar.

Pesawat bantuan BNPB itu, lanjut Edwar, digunakan dalam operasi teknologi modifikasi cuaca untuk membentuk hujan buatan di Provinsi Riau. Pesawat jenis cassa itu sendiri dioperasikan oleh BPBD Riau dengan menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“Kegiatan penyebaran garam teknologi modifikasi cuaca sejak pertengahan Juli 2016 lalu. ‘’Pesawat itu mampu mengangkut satu ton setiap satu kali terbang setiap hari, ‘’ ujar Edwar.

Pergeseran pesawat dilakukan, Sabtu (20/8) dengan tujuan membantu pengisian waduk Silangit serta memperkuat kinerja satgas karhutla di wilayah itu.

Dipindahnya pesawat tersebut,  praktis satgas karhutla Riau kekurangan satu unit armada andalan dalam penanggulangan kebakaran. Tetapi Edwar optimis jika kebakaran di Riau masih dapat ditanggulangi karena saat ini ada enam unit armada yang siap membantu pemadaman melalui jalur udara.

‘’Enam pesawat adalah dua pesawat air tractor (AT), dua helikopter jenis MI-8, satu helikopter MI-171 serta satu heli Bolkow 105. Seluruhnya dimanfaatkan untuk operasi pengeboman air dan patroli udara, ‘’ tetang Edwar.

Menurut Edwar, saat ini kondisi kebakaran lahan di Riau cenderung fluktuatif. Pihak BMKG Pekanbaru menyatakan titik api di Riau sempat meningkat tajam hingga mencapai 200-an titik pada 11-17 Agustus 2016 lalu. Sebaran titik api terpusat di wilayah pesisir Riau seperti Rokan Hilir, Dumai dan Bengkalis.

‘’Kondisinya cenderung menurun. Terakhir, berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua pada akhir pekan ini, konsentrasi titik api berada di wilayah Bengkalis, ‘’ tutup Edwar. (jpg)

Respon Anda?

komentar