Soal Tarif Kontainer Batam-Singapura Mahal, BP Batam: Itu Ditentukan Pasar

781
Pesona Indonesia
Ilustrasi kapal angkutan kontainer. Foto: istimewa
Ilustrasi kapal angkutan kontainer. Foto: istimewa

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam tak bisa berbuat banyak terkait tarif kontainer Batam-Singapura yang dinilai terlalu tinggi. Alasannya tarif kontainer murni ditentukan pasar.

“Kalau masalah tarif kontainer bukan di kita (BP Batam), kita hanya izin impor, dan izin impor bukan komponen dari tarif kontainer,” kata Direktur Lalu Lintas Barang dan Jasa BP Batam, Tri Novianta Putra, saat dihubungi, Kamis (25/8/2016).

Baca Juga: Nilai Tarif Angkutan Kontainer Batam-Singapura Tak Wajar, KPPU Siap Telusuri

Hal serupa juga disampaikan Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andi Antono. Kata dia, tarif kontainer dilakukan business to business antar pengusaha dan sejauh ini belum ada aturan yang mengatur.

“Jika mereka bikin (tarif kontainer) terlalu mahal mungkin ada aturan, tapi susah kalau sudah business to business, ini antar pengusaha saja,” katanya.

Menurut dia, tarif ditentukan berapa jumlah kontainer yang diangkut. “Misal, kapal yang berangkat cuma muat 4 kontainer. Biaya kapal baik minyak, gaji awak ditanggung 4 orang yang miliki kontainer itu, ya mahallah. Coba isinya 1.000 kontainer yang miliki seribu orang pakai kapal besar, kan sama-sama ditanggung jadi murah kan,” terangnya.

Sedikitnya muatan kapal ini, lanjut dia, dipengaruhi karena industri-industri Batam bukan bergerak di industri yang menghasilkan barang yang membutuhkan daya angkut yang besar.

“Kan bisa dilihat sehari-hari, Batam apa sih produksinya, bukan pertanian, hasil tambang, kebun pun tak ada. Kan industri elektronik dan berapa sih muatannya, kecuali kita produksi mobil, kan gede-gede bisa ribuan itu,” bebernya.

Baca Juga: Tarif Kontainer Batam-Singapura Selangit, Pengusaha Menjerit

Andi menilai tarif kontainer dari Singapura ke beberapa negara seperti Hongkong, Malaysia maupun Eropa karena memiliki pelabuhan tempat singgah barang dari berbagai negara baru selanjutnya akan dikirim ke berbagai negara.

“Kita ini saingan antarnegara jadi memang harus all out. Kalau pemerintah mau serius bikin pelabuhan yang besar di Batam, semua yang di Tanjungpriok atau dari manapun ngumpul di Batam baru ke negara lain. (cr13)

Respon Anda?

komentar