Terus Dihantam Abrasi, Pantai Pulau Midai Berkurang

581
Pesona Indonesia
Pulau Midai yang terancam hilang karena abrasi dan ekploitasi. foto:net
Pulau Midai yang terancam hilang karena abrasi dan ekploitasi. foto:net

batampos.co.id – Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Amdal Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Natuna, Trisnan Saputra, mengatakan, abrasi pantai di Pulai Midai semakin parah.

“Abrasi Pantai di Midai saat ini sudah melebar ke jalan, akibat gelombang musim utara,” kata Trisnan, Kamis (25/8).

Menurutnya, kerusakan pantai di Midai juga sudah mengkhwatirkan. Bahkan hutan bakau untuk menahan terpaan gelombang dan batu penahan gelombang sudah rusak.

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, kata Trisnan, hutan bakau di pantai Pulau Midai masih sekitar 18 kilometer. Namun saat ini berkurang, hanya bertahan sekitar 16 kilometer lagi.

“Memang pengakuan masyarakat setempat hutan bakau di Midai menyusut, menyebabkan air laut semakin jauh ke tepi,” sebut Trisnan.

Dikatakan Trisnan, untuk mengurangi abrasi pantai yang terus bertambah, pemerintah perlu membangun batu pemecah ombak sekaligus melakukan penanaman mangrove, paling tidak 100 meter dari bibir pantai.

“Sekarang ini posisi pantai sudah jauh menyusut, artinya Pulau Midai semakin mengecil dalam tempo waktu 10 tahun lagi,” ujarnya.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar