Cegah Paham Radikal, Peran RT dan RW Ditingkatkan

462
Pesona Indonesia
Kapolres Natuna AKBP Charles Panutu Sinaga  rapat bersama tokoh agama, masyarakat, dan perangkat kelurahan untuk mencegah radikalisme. foto:aulia rahman/batampos
Kapolres Natuna AKBP Charles Panutu Sinaga rapat bersama tokoh agama, masyarakat, dan perangkat kelurahan untuk mencegah radikalisme. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Kapolres Natuna AKBP Charles Panutu Sinaga mengimbau, seluruh elemen masyarakat Natuna berperan serta mengantisipasi masuknya paham radikal yang dilarang pemerintah.

Pencegahan paham radikal, sambungnya, tidak hanya diserahkan kepada pihak pemerintah dan keamanana saja, justru perlu kerjasama dari RT, RW serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

“Semua elemen masyarakat harus berperan aktif dan menjadi benteng di lingkungan masing-masing untuk mencegah paham yang berbahaya ini.” kata Charles dalam pertemuan dengan sejumlah RT, RW, serta tokoh agama dan masyakarat di Mapolres Natuna, Jumat (26/8).

RT-RW ini merupakan ujung tombak dalam pemberantasan paham Radikal. Sangat perlukan membangun kepudulian dari semua elemen masyarakat.

Pencegahan paham yang dilarang pemerintah ini, Polres juga akan menurunkan Polki dan Polwan masuk ke kampung-kampung di seluruh wilayah Natuna untuk berbaur dengan masyarakat.

Sehingga dengan demikian semua permasalahan yang akan muncul di tengah masyakarat dapat terpantau dan bisa di cegah sedini mungkin.

“Polres mulai sebarkan Polki dan polwan ke kampung kampung, dor tu dor kerumah warga. Dengan demikian semua keluhan dan masalah yang mungkin akan timbul, bisa diatasi sedini mungkin,” terang Kapolres.

Polres katanya, akan mengintensifkan pengawasan di semua pintu masuk wilayah di kecamatan pulau terluar, termasuk di pelabuhan penumpang.

“Pengawasan di kecamatan terutama pintu masuk wilayah dan pelabuhan penumpang juga akan ditingkatkan. Semua Polsek sudah kita intruksikan,” tambah Charles.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar