KSOP Kijang Minta Pelni Lengkapi Fasilitas KM Sabuk Nusantara 39

760
Pesona Indonesia
Kepala KSOP Kelas II Kijang, Sanggam Marihot (menunjuk) sedang menjelaskan pentingnya kelengkapan fasilitas kepada manajemen PT Pelni Cabang Tanjungpinang, Nakhoda dan ABK kapal, Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang, Dishub Kepri dan Bintan serta KP3 Kijang ketika meninjau fasilitas KM Sabuk Nusantara 39 di Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (25/8). Foto:Harry/Batampos
Kepala KSOP Kelas II Kijang, Sanggam Marihot (menunjuk) sedang menjelaskan pentingnya kelengkapan fasilitas kepada manajemen PT Pelni Cabang Tanjungpinang, Nakhoda dan ABK kapal, Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang, Dishub Kepri dan Bintan serta KP3 Kijang ketika meninjau fasilitas KM Sabuk Nusantara 39 di Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (25/8). Foto:Harry/Batampos

batampos.co.id – Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kijang meminta PT Pelayaran Indonesia (Pelni) Cabang Tanjungpinang segera melengkapi berbagai fasilitas pendukung Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 39 sebelum dioperasikan 27 Agustus mendatang. Karena dengan tersedianya fasilitas lengkap akan membuat penumpang merasa aman, nyaman dan tenang selama mengikuti pelayaran.

“Kita minta semua fasilitas yang ada di KM Sabuk Nusantara 39 ini bisa menjamin keamanan, kenyamanan dan keselamatan penumpang. Tapi kalau kondisinya masih seperti ini, jangankan penumpang kita saja gerah,” kata Kepala KSOP Kelas II Kijang, Sanggam Marihot dihadapan manajemen PT Pelni, Nakhoda dan ABK kapal, Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang, Dishub Kepri dan Bintan serta KP3 Kijang ketika meninjau fasilitas KM Sabuk Nusantara 39 di Pelabuhan Sribayintan, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (25/8).

Setelah menjalani masa perbaikan di galangan kapal di Batam dari Januari-Agustus, lanjutnya, kondisi mesin dan fisik KM Sabuk Nusantara 39 dinyatakan telah layak dan siap belayar melayani keberangkatan antar pulau di Provinsi Kepri. Namun, ketika ia melakukan pengecekan ke dalam kapal, ternyata kondisinya kurang memuaskan. Karena seluruh kasur atau tilamnya tak dibungkus dengan seprai alias tanpa alas. Kemudian suhu ruangan kelas ekonomi dan kelas 1,2 dan 3 sangat panas atau pengap karena pendingin ruangannya tak berfungsi maksimal.

“Ruangannya sangat panas dan baunya tak sedap. Ditambah lagi kasurnya tak ada seprai, siapa yang nyaman dengan kondisi seperti ini. Apalagi bagian kamar mandinya sangat tak terjaga,” sindirnya.

Bayangkan saja, Kata dia, kapal ini akan belayar dari Pelabuhan Sribayintan, Kijang-Pulau Tambelan-Pontianak-Serasan-Subi-Ranai-Pulau Laut-Sedanau-Pulau Tiga-Midai-Tarempa-Kuala Maras dan kembali lagi ke Kijang (home base). Dalam sekali pelayaran akan menelan waktu 11 hari, sehingga dalam satu bulan kapal ini bisa 2-3 kali melayani keberangkatan masyarakat antar pulau.

“Saya maunya fasilitas yang tak memadai diganti dan pendingin ruangan diperbaiki. Jangan hanya bisa janji doank. Emang rugi ya kalau ganti semuanya, kan bukan uang kita juga,” tegasnya.

“Jika selama pelayaran fasilitasnya masih seperti ini. Bisa-bisa penumpang banyak yang pingsan,” cetusnya.

Kepala PT Pelni Cabang Tanjungpinang, Rudy berjanji akan segera memenuhi permintaan KSOP Kijang untuk melengkapi semua fasilitas yang dibutuhkan penumpang. Namun itu semua akan dilakukannya secara bertahap mengingat ketersediaan anggaran terbatas.

“Ada 300 kasur yang harus dipasang seprai. Dan juga perbaikan fasilitas lainnya seperti mesin pendingin ruangan dan barang-barang kamar mandi,” ungkapnya.

“Kita akan penuhi itu semua. Tapi secara bertahap. Tiga bulan kedepan selesai,” janjinya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 39, Andi Aswad mengaku akan merincikan terlebih dahulu fasilitas yang akan diperbaiki maupun diganti. Karena untuk menyediakan fasilitas agar lebih terjamin keamanan dan kenyamanannya butuh dana besar.

“Kita akan sediakan fasilitas yang diminta. Tapi kita rinci dulu. Kalau dananya besar harus dilelang, jadi tak bisa serta merta harus cepat dan butuh waktu,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar