Pelajaran dari Kopi Jessica

1528
Pesona Indonesia

kopibatampos.co.id – Gambar diatas bukan meme, itu foto produk kopi beneran.

Yup, momentum kasus yang menjerat Jessica Kumala Wongso dimanfaatkan Sefri Haris (29) untuk berjualan kopi bubuk.

Haris rupanya terinspirasi kasus “Kopi Beracun Sianida”. Alhasil, jadilah kopi bergambar Jessica pulus embel-embel Nonsianida yang disempatkan di produknya.

Lantaran keunikannya, produk kopi Haris laris manis di pasaran.

Pentolan mahasiswa jurusan manajemen universitas swasta di Surabaya ini mengaku dapat banyak pesanan setelah kopi Jessica dipromosikan di medsos.

Terutama di Facebook. Dalam sehari dia bisa menjual 3-4 kardus.

“Pembelinya tidak hanya dari kota Surabaya, tapi banyak yang dari luar kota seperti Bandung, Jakarta, Kalimantan, dan beberapa kota lainnya dari luar Jawa dengan harga satu bungkus kopi isi 150 gram Rp 15 ribu,” kata Haris belum lama ini.

Haris mengaku tercetus ide memproduksi kopi bermerek Jessica karena prihatin dengan kasus kopi beracun sianida yang mengakibatkan Mirna tewas.

Selain itu rumitnya kasus persidangan yang membuatnya terinspirasi membuat kopi merek Jessica .

Haris mengatakan, kopi Jessica ini akan dikembangkan dalam bentuk bungkus kecil atau rentengan dengan harga yang lebih murah, agar semua masyarakat bisa membeli.

Penjualan produk kopi Jessica yang dimulai sejak pertengahan Juli 2016 lalu, kemudian mengundang perhatian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Surabaya. Rabu (24/8) pagi, Disperindag pun menggelar inspeksi mendadak ke rumah Haris. Disperindag lantas melarang kopi kemasan yang dibuat Haris diperjualbelikan.

“Kami ke sini untuk menjelaskan bagaimana kok sampai terjadi produksi kopi merek Jessica plus fotonya. Kita berikan imbauan agar produk tersebut ditarik dari pasaran dan dimusnahkan,” kata Agus Suwantoro, Staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan Surabaya seperti ditulis netz.id.

Kepada Haris sebagai produsen kopi berlabel Jessica, Disperindag juga memberikan imbauan. Yakni, agar Haris mempertimbangkan matang-matang sebelum memperjualbelikan barang dagangannya. Terutama jika produk tersebut akan memicu kontroversi.

“Karena dari mereknya itu sudah melanggar aturan, proses hukum Jessica kan masih berjalan. Ada pihak-pihak lain yang mungkin tidak terima secara hukum. Makanya kita bina untuk menarik produk tersebut,” ujar Agus Suwantoro.

(pul/flo/jpnn/mam/JPG)

Respon Anda?

komentar