Permintaan Hewan Kurban Menurun dari Tahun Lalu

617
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Menjelang perayaan Idul Adha 12 September 2016 permintaan hewan kurban seperti sapi di Komplek Perternakan Seitemiang (KPS), tahun ini berkurang dibandingkan tahun lalau.

Jumat (26/8) permintaan baru hanya hanya 70 persen.

“Biasanya ramai ini agak berkurang. Biasanya satu bulan sebelum lebaran sudah ramai pembeli,” ujar Ketua Asosiasi Pedang Hewan Ternak Kota Batam, Sumardi kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id).

Sumardi mengatakan, sesuai data yang dimiliki, saat ini sapi yang sudah masuk ke Batam sebanyak 1564 ekor. Tahun lalu jumlah sapi yang masuk sebanyak 2400.

Jika permintaan pesanan dari konsumen bertambah mereka akan menambah pesanan sapi sama seperi tahun lalu.

“Para petani masih ragu saat ini untuk mendatangkan sapi, jadi proses pengiriman secara bertahan saja sesuai pesanan,” kata Sumardi.

Menurutnya, berkurangnya pesanan hewan kurban tahun ini karena perekonomian masyarakat mulai goyang banyaknya perusahaan yang sudah tutup. Akibatnya daya beli dari masyarakat menjadi lemah.

“Biasanya pesana sudah bisa mencapai 90 persen,” ungkap Sumardi.

Di KPS Seitemiang sapi yang datang tergantung masing-masing kandang dari anggota sesuai permintaan.

“Milik saya sendiri sebanyak 154 ekor yang sudah masuk. Masuknya bertahap 59 ekor, 50 ekor dan 60 ekor,” ucap Sumardi.

Penjaga kandang sapi Yono mengatakan, saat ini memang para konsumen mulai berdatangan untuk memesan sapi. Puncaknya akan terjadi satu Minggu sebelum hari raya kurban.

“Memang kita rasakan tahun ini berkurang dari pada tahun lalu,” kata Yono.

Sementara itu, jenis sapi yang disediakan ada tiga, yakni sapi Bali dijual dari harga Rp 18.5 juta sampai Rp 25 juta, sapi Metal dijual Rp 30 juta sampai Rp50 juta dan sapi blasteran dijual Rp 18 juta sampai Rp25 juta.

“Sapi didatangkan dari Lampung, Jawa dan Bali,” ungkap Yono. (cr14)

Respon Anda?

komentar