Peserta Seleksi Calon Sekda Diuji Tentang Reformasi Birokrasi

708
Pesona Indonesia
Para calon sekda Kepri. foto:jailani/batampos
Para calon sekda Kepri. foto:jailani/batampos

batampos.co.id – Delapan kandidat Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri menjalani seleksi penulisan makalah di ruangan Computer Assisted Test (CAT) Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Provinsi Kepri, Jumat (26/8). Masing-masing kandidat menyatakan siap bersinergi dan bahu membahu dalam membantu tugas Gubernur sebagai kepala daerah. Sementara itu, Ketua Pansel Sekda Kepri, Eko Prasojo mangkir pada seleksi pertama.

“Meskipun tidak dihadiri ketua, tetap tidak akan mempengaruhi proses seleksi yang telah ditetapkan. Karena masih ada anggota yang ditugaskan,” ujar Zamzami menjawab pertanyaan wartawan disela-sela melakukan pengawasan seleksi pembuatan makalah.

Dikatakannya, mereka yang menjalankan tahapan seleksi penulisan makalah adalah semua kandidat yang telah mendaftar dan dinyatakan lolos seleksi administrasi. Nantinya, makalah dari semua kandidat ini akan dibuatkan dalam sebuah FDF, sehingga nantinya tidak akan ada indikasi dirubah atau ada yang merubah.

“Materi yang diujikan sifatnya on the spot. Sehingga kerahasiannya sangat terjamin. Kita akan jaga betul keaslian makalah dari semua kandidat ini. Nantinya akan dikirim kepada semua tim pansel dan akan menilainnya. Diharapkan nantinya dalam dua atau tiga hari tim pansel ini sudah bisa menyimpulkan hasilnya,” papar Zamzami

Menurut akademisi Tanjungpinang itu, nantinya apabila sudah dipelajari dan dinilai akan dibahas secara bersama-sama dengan seluruh tim pansel yang sudah dibentuk. Tentunya untuk menentukan makalah yang lolos dan baik yakni dinilai dari ketajaman dalam kekuatan gagasan, ketajaman dalam analisis dan juga ketajaman data dan lainnya.

“Itu merupakan penilaian yang sifatnya faktual, sehingga semua kandidat harus bisa mengurai atau menganalisis dari gagasanya itu. Sebab jabatan sekda merupakan jabatan tertinggi,” jelasnya

Dalam hal ini tim pansel akan menjaga netralitas dan juga akan transparan dalam pelaksanaan pencalonan ini. Disebutkannya juga, materi yang diujikan adalah berkaitan dengan tranformasi birokrasi. “Untuk pengumuman tahapan berikutnya yakni pengumuman hasil makalah ini akan diumumkan pada 30 Agustus mendatang. Untuk hasil penilaian seperti apa, nanti akan dibicarakan dengan ketua pansel dan akan dikoordinasikan dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),” jelasnya lagi.

Pantauan di lokasi pelaksanaan seleksi, Syamsul Bahrum merupakan peserta yang pertama keluar. Saat menjawab pertanyaan media, Asisten II Pemprov Kepri tersebut mengatakan tidak mengalami kendala dalam menyelesaikan materi yang diberikan. Menurutnya dalam makalah itu yang dititikberatkan terkait transpormasi reformasi birokrasi pemerintahan dan juga tugas sebagai seorang Sekda.

“Alhamdulillah tidak ada kendala, karena soal yang diajukan berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab kita sehari-hari. Atas dasar itu, saya yakin semua kandidat bisa menuangkannya,” ujar Syamsul Bahrum.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, Raja Ariza yang juga salah satu kandidat mengatakan tugas penyusunan makalah yang diberikan Pansel itu terkait transpormasi reformasi birokrasi dan akuntabilitas di pemerintahan. Dimana didalam makalah itu, apa yang akan dilakukan sebagai seorang sekda dalam menjalankan pemerintahan di Provisni Kepri untuk lebih baik.

Menurutnya, pemerintahan harus berjalan efektif, akuntabel dan segala sistem harus dilakukan secara transparan demi kebaikan bersama. Materi makalah yang di uangkan adalah bagimana agar pemerintahan kedepannya dalam mengelola harus sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Saat ini tengah gencar menerapkan E-government, sehingga bisa mengakses pekerjaan pemerintahan dalam satu sistem dengan mudah.

“Tentunya, sebagai seorang sekda, kita harus bisa menjalankan roda pemerintahan dengan baik dan juga bisa membangun komunikasi serta harus bersinergi dengan gubernurnya,” jelas pria yang pernah didapuk sebagai Plt Sekda Kepri tersebut.

Kandidat lainnya, Sekda Kabupaten Karimun, Arif Fadillah dalam pendapatnya mengatakan, semua makalah sama terkait reformasi birokrasi. Dalam hal ini, sekda selaku aparatur negara merupakan pejabat tertinggi di pemerintahan provinsi, tentunya harus bisa melihat birokrasi secara utuh dan harus mempelajarinya agar bisa menerapkannnya di pemerintahan.

Menurut pria yang baru menyelesaikan Diklatpim I tersebut, apabila terpilih, ini merupakan amanah kepercayaan yang harus dilaksanakan. Selaku aparatur negara dirinya harus siap bekerja dan juga harus siap bila ada mutasi atau rotasi. Sebab itu merupakan hal yang lumrah sebagi seorang ASN. Untuk menduduki pejabat tinggi, tentunya harus melalui kompetensi dalam birokrat ada tiga hal pertama kualifikasi, kompentensi dan kinerja dan ini harus dikembangkan dan harus dilaksankan.

Masih kata Arif, diera reformasi birokrasi ini, pemerintahan terutama ASN itu harus memiliki potensi, profesional, loyalitas dan juga disiplin. Dalam hal ini dirinya siap menjalankan amanah dan jabatan ini bila terpilih nanti. “Apabila telah memahami dan mengerti, tentunya akan bisa mentransformasikan kebijakan itu dalam rangka mewujudkan ASN yang proprosional dan berkompetensi. Sehingga pemerintahan berjalan dengan baik,” paparnya.

Sementara Naharuddin mengatakan semua makalah yang diajukan tim pansel dapat diisi keseluruhannya dan dijabarkan dengan detail didalam makalah tersebut. Makalah ini tentunya tidak jauh dari tugas dan wewenang juga tanggungjawab dari seorang sekda. Tema makalah yang disusung tim pansel ini terkait transpormasi reformasi birokrasi di pemerintahan dan juga tugas serta tanggungjawab sekda dalam mendampingi dan juga menjalanakan tugas yang diemban.

“Saya tentunya mencurahkan seperti apa transformasi birokrasi di kepri ini dan tentunya dikaitkan dengan aktifitas, efektifitas, akuntabilitas dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan di kepri ini,” ujar Nahar.

Nama-nama lain yang ikut tahapan tersebut adalah Plt Sekda Kepri, Reni Yusneli, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kepri, Edy Sofyan. Sementara dari kandidat dari Kabupaten Karimun yang ikut memanaskan persaingan untuk merebut kursi Sekda Kepri adalah Asisten III Pemkab Karimun, Syamsuardi, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Karimun, Muhammad Hasbi. (jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar