Asap Kebakaran Hutan Riau Mulai Sampai ke Singapura, JK: Mau Protes Angin?

978
Pesona Indonesia
Turis yang berkunjung ke Singapura mengenakan masker supaya tak terpapar asap kiriman tahun lalu. Sejak Jumat (26/8/2016) lalu, Singapura kembali mendapat asap kiriman dari Riau. Foto: istimewa
Turis yang berkunjung ke Singapura mengenakan masker supaya tak terpapar asap kiriman tahun lalu. Sejak Jumat (26/8/2016) lalu, Singapura kembali mendapat asap kiriman dari Riau. Foto: istimewa

batampos.co.id – Singapura kembali mendapat asap kiriman dari kebakaran hutan di Riau. Asap tersebut dibawah oleh angin yang mengarah ke barat laut Singapura mengarah ke timur laut.

Data yang dihimpun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebutkan asap yang berhembus ke wilayah Singapura itu terpantau dari citra dua satelit. Mereka memantau dari citra satelit Himawari dari BMKG. Dari satelit tersebut diketahui asap dari Riau itu menyebar ke arah timur, Jumat siang (26/8/2016). Tepatnya pada pukul 12.40 dan 14.20.

Selain itu, ada pula hasil analisis dari citra satelit Modis dari NASA itu telah menujukan asap dari Riau itu telah menjangkau Singapura. Tapi, konsentrasinya tipis.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menuturkan bahwa asap itu dibawah oleh angin yang berhembus. Arah angin di atmosfer Riau dominan bergerak dari Barat-Barat Laut ke arah Timur-Tenggara, yang kemudian di sekitar barat Singapura mengarah ke Timur Laut. Lama tidaknya asap kebakaran itu berada di Singapura juga sangat tergantung pada kondisi angin.

”Tapi, biasanya tidak lama. Kurang dari sepekan biasanya sudah hilang,” ujar dia kemarin.

Meskipun begitu, kondisi udara di Singapura itu sudah tidak sehat untuk PM (particulate matter) 2.5. PM 2.5 adalah istilah yang dipakai untuk menentukan kondisi pencemaran udara dengan ukuran partikel padat diameter kurang dari 2,5 mm. Selain itu ada pula satuan PM 10 yang diameter kurang dari 10 mm.

”Untuk PM 10 masih tergolong good. Sedangkan untuk PM 2.5 sudah unhealthy,” ujar Sutopo.

Di beberapa wilayah di Singapore sudah terukur kualitas udara PM2,5 berkisar antara 215-217 psi yang artinya tidak sehat, Jumjat (26/8/2016) pada pukul 13.00 WIB. Udara dikatakan sehat jika PM 2.5 berkisar 65-88 psi, baik (89-100 psi), sedang (101-200 psi), dan tidak Sehat (151-250 psi).

Kondisi serupa dialami oleh Batam. Namun hujan yang mengguyur wilayah Batam membuat asap tersebut hilang dan hingga Minggu siang (28?8/2016) tak terlihat lagi ada kepungan asap kiriman.

Data dari BNP menyebutkan kebakaran hutan di wilayah Riau itu makin bertambah. Berdasarkan pantauan udara dan satgas darat melaporkan titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan banyak ditemukan di Kabupaten Rokan Hilir. Seperti di daerah Pujud dan Bagan Sinembah. Selain itu kebakaran hutan dan lahan juga terdapat di Bengkalis, Kampar, Rokan Hulu, dan Dumai.

Data dari satelit Lapan melaporkan ada 17 titik di Riau, Jumat (26/8/2016). Sedangkan dari Posko Satgas Terpadu Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau melaporkan terdapat 67 hotspot di Riau dengan tingkat kepercayaan lebih dari 50 persen. Lokasinya tersebar di di Rokan Hilir (44 lokasi), Bengkalis (17), Siak (4), dan Rokan Hulu 2.

”Ini adalah pola pergerakan angin pada musim kemarau di Riau yang selalu dikhawatirkan membawa asap dari Riau ke Singapore. Seperti saat kebakaran hutan dan lahan tahun 2013, 2014, dan 2015,” ujar Sutopo.

BNPB dan instansi terkait kini sedang berupaya untuk pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau. Sebanyak 7.200 personil satgas darat dan udara dikerahkan untuk mengatasinya. BNPB mengerahkan 3 helikopter water bombing, 2 pesawat Air Tractor water bombing, dan 1 pesawat Casa untuk hujan buatan.

Sebanyak 21,7 juta air sudah dijatuhkan dari udara untuk memadamkan api kebakaran hutan dan lahan di Riau. Begitu juga 40 ton garam dapur (NaCl) telah ditaburkan ke awan-awan untuk dijatuhkan menjadi hujan. Ribuan sekat kanal, embung dan sumur telah dibangun untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan bahwa asap yang sampai ke Singapura itu merupakan faktor alam. Tentu tidak ada yang ingin asap itu sampai mencemari negara tetangga seperti Singapura.

”Cuma kita tdak bisa kontrol angin kan. bagaimana caranya kontrol angin?” ujar dia kemarin.

Pemerintah pun tidak terlalu khawatir bila Singapura protes pada Indonesia. Sebab, hembusan asap hingga sampai ke Singapura itu juga bukan keinginan Indonesia.

”Ya terserah saja (kalau ingin protes, red). Dia mau protes siapa? mau protes angin?” imbuh JK. (jun/jpg)

Respon Anda?

komentar