Bom Bunuh Diri di Gereja Medan, Terorisme atau Dendam? Ini Penjelasan Mabes Polri

3490
Pesona Indonesia
Ivan, pelaku bombunuh diri gagal di Gereja Santo Yoseh Medan diinterogasi polisi. Foto: istimewa
Ivan, pelaku bombunuh diri gagal di Gereja Santo Yoseh Medan diinterogasi polisi. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pelaku tunggal bom bunuh diri di Gereja Santo Yosef Jalan Dr Mansur, Medan, inisial IAH kini diproses Polda Sumatera Utara. Dia meledakkan bom dengan berlari menuju ke arah pastor.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Agus Rianto mengatakan, saat ini IAH tengah dirawat di rumah sakit setempat dalam pengawasan Polda Sumatera Utara.

Agus belum mau berkomentar mengenai motif IAH, apakah ia melakukan aksinya karena termotivasi ideologi terorisme atau dendam belaka terhadap pastor. “Belum sampai situlah. Masih diperiksa sama teman-teman reserse dan gegana di sana,” kata Agus menjawab JPNN, Minggu (28/8).

Kejadian ini sendiri terjadi pukul 08.00 WIB. IAH tiba-tiba masuk ke dalam gereja memburu pastor yang tengah berkhotbah di mimbar altar gereja.

IAH menenteng tas ransel biru sembari memegang pisau di tangannya. Saat itupula, bom dari ransel IAH meledak. “Yang jelas ada ledakan mirip bunyi petasan,” tambah Agus.

Sementara itu, Agus melanjutkan, gegana Polda Sumatera Utara sudah mengamankan ransel berikut bahan peledak. Sejauh ini, Agus belum bisa menyimpulkan, apakah bahan peledak berkekuatan tinggi atau sebaliknya.

“Ada beberapa senjata tajam, pipa kecil, dan bahan ledak. Jenisnya masih dalam penelusuran,” pungkas Agus. (jpnn)

Respon Anda?

komentar