Jelang Puncak Musda Golkar, Suhu Politik di Internal Mulai Tegang

565
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Menjelang puncak digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar tingkat I Provinsi Bengkulu suhu politik di internal partai berlambang pohon beringin ini mulai teggang.

Terutama untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di Partai Golkar Provinsi Bengkulu atau Ketua DPD Golkar periode 2016-2020 mendatang.

Bahkan mendekati detik-detik Musda yang akan langsung dihadiri Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto tersebut muncul beberapa nama yang berpeluang dan dikabarkan berpotensi untuk menduduki jabatan Ketua DPD.

Mereka selain Gubernur Bengkulu Dr. H. Ridwan Mukti, MH, juga ada mantan Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi dan Mantan Ketua DPRD Kaur Samsu Amana, berikut mantan Ketua DPRD Bengkulu Selatan Susman Hadi serta Bupati Rejang Lebong Hijazi juga disebut-sebut termasuk Budi Darmawansyah sekaligus Plt Sekretaris DPD Golkar.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kaur, Samsu Amana, S.Sos mengakui bahwa namanya sempat dikabarkan untuk dimunculkan. Terutama dilihat dari sisi senioritasnya. Akan tetapi dirinya belum berkeinginan untuk ikut mencalonkan diri. Akan tetapi karena sudah dua periode di kepengurusan ditingkat Kabupaten atau tingkat II, maka dirinya berharap bisa masuk dalam kepengurusan ditingkat DPD Provinsi Bengkulu.

‘’Sampai sekarang ini memang masing-masing DPD tingkat II masih merahasiakan siapa calon yang akan didukung sebagai Ketua DPD tingkai I dalam Musda nanti. Untuk itu siapa saja yang mereka calonkan dari 10 DPD dan nantinya itu baru bisa didapati ketika proses Musda sudah digelar,’’ ujar Samsu Amana yang kini menjabat anggota DPRD Kaur seperti diberitakan Bengkulu Ekspress (Jawa Pos Group), hari ini (28/8).

Dikatakan Samsu, bahwa dalam forum Musda nantinya akan diminta seluruh pemilik suara baik 10 DPD tingkat II, perwakilan DPP, serta Organisasi Mendirikan dan dirikan termasuk juga dari DPD tingkat I sendiri menuliskan nama yang mereka calonkan untuk dimasukan ke dalam kotak yang akan disediakan.

Setelah itu jika ada calon yang namanya mendapatkan dukungan 30 persen dari jumlah suara diperebutkan lebih dari satu akan divoting. Akan tetapi jika ada salah satu calon mendapatkan dukungan suara 50 persen plus satu itu yang suara terbanyak ditetapkan. Begitu sebaliknya jika hanya satu calon yang diajukan dari semua pemilik suara, maka ditetapkan aklamasi.

‘’Jadi sekarang memang semuanya masih tegang bertanya-tanya siapa calon Ketua nantinya yang akan diajukan DPD tingkat II. Tentu calon yang diajukan nanti akan diseleksi administrasinya atau persyaratannya. Jika diusung banyak DPD, tetapi syaratnya tidak lengkap itu bisa batal. Pastinya semua kader yang sudah menjadi pengurus minimal 5 tahun itu bisa ikut nyalon. Jika memang mendapatkan dukungan suara dari 13 suara yang diperebutkan,’’ terangnya.

Disisi lain Plt Ketua DPD Golkar Provinsi Bengkulu Darul Siska Said, tetap berharap proses Musda berjalan lancar dan tidak berlarut-larut. Artinya bisa selesai dalam waktu satu hari walaupun ada dua hari waktu yang diberikan. Selain itu dalam pencalonan dan pemilihan ketua DPD juga diharapkan tidak menggunakan permainan politik uang. ‘’Saya minta dalam Musda nantinya terutama pemilihan Ketua DPD itu tidak ada yang bermain-main politik uang. Kita ingin tunjukan Golkar bersih,’’ pungkasnya.(jpg)

Nama Kader Golkar Berpeluang jadi Ketua DPD

1. Ridwan Mukti Gubernur Bengkulu

2. Imron Rosyadi Mantan Bupati BU

3. Samsu Amana Mantan Ketua DPRD Kaur

4. Susman Hadi Mantan Ketua DPRD BS

5. Hijazi Bupati RL

6. Budi Darmawansyah Plt Sekretaris DPD Tingkat I

Respon Anda?

komentar