Ini Kata Kontras Soal Tewasnya Tersangka Pembunuh Polisi Akibat Dihakimi Polisi

2986
Pesona Indonesia
Haris Azhar. (foto: jpnn)
Haris Azhar. (foto: jpnn)

batampos.co.id – Kordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Hariz Azhar, ikut angkat bicara, terkait tindakan brutalitas anggota Polres Kepulauan Meranti, yang menewaskan Afriyadi Pratama, Honorer Dispenda Meranti yang membunuh anggota Polres Meranti, Brigadir Adil S. Tambunan.

“Ini bentuk tindakan brutalitas. Kami melihat ada pengabaian hak-hak tersangka. Harusnya diproses sesuai aturan bukan malah melakukan tindakan pembunuhan di luar proses hukum (extra-judicial killing),” kata Hariz.

Selain itu, tindakan pengamanan yang dilakukan anggota Polres Kepulauan Meranti saat terjadinya unjuk rasa akibat kemarahan warga seharusnya dilakukan berdasarkan ketentuan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa.

“Bukan malah bereaksi keras hingga menimbulkan korban baru,” sebutnya.

Untuk itu, Kontras mendesak Kapolda Riau memerintahkan jajarannya untuk menyidik dan menindak tegas para pelaku penyiksaan dari Polres Kepulauan Meranti yang diduga telah melakukan tindakan penyiksaan dan penembakan hingga mengakibatkan kematian Apri Adi Pratama.

“Tindakan tegas tidak hanya dilakukan secara kode etik saja tetapi juga harus diikuti dengan proses hukum yang adil dan transparan,” bebernya.

Kedua, mereka mendesak Kapolda Riau memerintahkan jajarannya untuk menyidik penyebab kematian Isrusli dan mengevaluasi prosedur penanganan huru-hara terkait unjuk rasa oleh di depan Mapolres Kepulauan Meranti.

“Kami juga mendesakbKomnas HAM melakukan penyelidikan secara langsung terkait dugaan penyiksaan dan penembakan terhadap Afriyadi Pratama dan Isrusli serta mengupayakan dilakukannya autopsi yang bersifat independen terhadap jenazah kedua korban untuk mengetahui penyebab pasti kematian keduanya,” jelas Hariz.

Arief Nur Fitri, Divisi Sipil dan Politik Kontras, menambahkan otopsi idependen sangat diperlukan agar hasilnya lebih terpercaya. Karena dalam banyak kasus yang ditangani kontras, hasil otopsi Polri dan Independen selalu berbeda.

“Sekarang kita fokus untuk mengumpulkan semua informasi dan bukti. Mulai dari keluarga maupun pihak lain. Akan kami kawal kasus ini,” tegas Arif. (amn/JPG)

Respon Anda?

komentar