KONI Sumsel Berambisi Tembus 10 Besar di PON Jabar

464
Pesona Indonesia

 

Ilustrasi dokumen JPNN
Ilustrasi dokumen JPNN

batampos.co.id – KONI Provinsi Sumatera Selatan berambisi menembus sepuluh besar Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Jawa Barat (Jabar). Target big ten terbilang terlampau tinggi. Mengingat Bumi Sriwijaya selalu gagal finis pada posisi sepuluh besar kecuali sebagai tuan rumah pada PON XVI 2014.

Saat bertindak sebagai host, provinsi terkaya kelima di era otonomi daerah ini berhasil mengumpulkan medali 30 emas, 41 perak, dan 40 perunggu. Nah setelah itu pada PON XVII di Kalimantan Timur 2008, provinsi dengan ibu kota Palembang ini hanya mampu finis pada posisi 14 torehan medali 12 emas, 11 perak, dan 17 perunggu.

Nah, pada PON (XVIII) terakhir di Riau 2012, Sumsel berhasil memperbaiki prestasi pada posisi 13. Namun sayang jumlah medali berkurang, dengan rincian 10 emas, 14 perak, dan 29 perunggu. Bagaimana dengan PON Jabar, 19-26 September nanti.

Ketua Umum KONI Sumsel, H Alex Noerdin optimistis mampu menjawab tantangan. Berbagai strategi sudah disiapkan pria yang juga Gubernur Sumsel tersebut. Di antaranya dengan mengkaratina atlet lewat pelatihan daerah (pelatda). Para pejuang olahraga Bumi Sriwijaya dikumpulkan di Wisma Atlet Jakabaring, sejak awal Februari lalu.

“Atlet juga rutin tes kesehatan, fisik, dan kita kirim try out sebagai tolak ukur dan barometer pembinaan atlet. Total ada 230 atlet di Pelatda,” kata Ahmad Yusuf Wibowo, wakil ketua IV KONI Sumsel melalui Syamsuramel wakil ketua bidang pembinaan prestasi KONI Sumsel, seperti diberitakan Sumatera Ekspress (Jawa Pos Group) hari ini (28/8).

Untuk menembus sepuluh besar, biasanya harus mengumpulkan minimal 14 emas. “Ketua KONI (Alex Noerdin) sudah mengumpulkan semua cabor peserta PON total 34 cabor. “Masing-masing cabor ditanya mengenai target realistis dan riil dengan acuan hasil kejuaraan nasional,” tambah dia.

Dari laporan masing-masing cabor, ada sepuluh cabor yang siap menyumbang emas. Masing-masing anggar (2 emas), menembak (2 emas), atletik (2 emas), dayung (1 emas), dan ski air (1 emas). kemudian sepak bola (1 emas), pencak silat (1 emas), catur (2 emas), golf (1 emas), serta senam (1 emas).

Menurut dia, cabor atletik berharap dari Rio Maholrtra dan Sri Maya. Lalu dayung masih mengandalkan Wahyuni dan pencak silat mengapungkan harapan pada Rian Sazili. Dari cabor ski air 1 medali emas diperkiraakan akan lahir dari Indra Hardinata. Sementara cabor golf andalkan Rizsky, dan terakhir yang diharapkan sabor sepakbola yang kini ditangani pelatih kawakan Rudy Kaltjes.

“Kita berharap ada kejutan. Artinya cabor yang hanya menargetkan satu bisa menjadi dua emas. Seperti menembak meski target dua bisa menyumbangkan empat emas,” terang dia.

Dicontohkan Ramel dengan hasil Kejurnas Bangka, Rio Maholta dan Sri Maya dari cabor atletik mampu meraih emas. Kosistensi jelas diharapkan saat memasuki pertarungan PON nanti. “Namun persiapan ini juga tergantung dari masing-masing atlet itu sendiri,” timpalnya.

“Permasalahan memang, tuan rumah PON kali ini ada di Jabar. Provinsi yang meski tidak menjadi tuan rumah, selalu masuk tiga besar. Apalagi jika mereka jadi tuan rumah seperti sekarang, tentu ambisi mereka akan lebih berlipat ganda,” beberanya. Tetapi itu juga tak membuat ciut nyali para kontingen Sumsel.

“Kita mengharapkan medali itu berkumpul di Jawa, meskipun kita sedikit kabagian tetapi ranking naik tentu dak jadi masalah. Tetapi kita tetap berjuang dengan semaksimal mungkin,” terangnya.

“Target yang peluang terbuka lebar, namun di pertandingan pun kerap berubah. Artinya, peluang untuk mendapatkan kans medali lebih bisa saja terjadi nanti,” ungkapnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar