Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Medan Bernama Ivan, Mahasiswa Berusia 18 Tahun

21376
Pesona Indonesia
KTP Ivan, pelakupercobaan bunuh diri dengan cara meledakkan diri. Foto: istimewa
KTP Ivan, pelakupercobaan bunuh diri dengan cara meledakkan diri. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pria yang mencoba meledakkan diri di Gereja Katolik St Yoseph, Medan, Minggu pagi (28/8/2016) diketahui bernama Ivan Armadi Hasugian.

Dari kartu tanda penduduk milik Ivan diketahui status Ivan masih sebagai mahasiswa. Ia lahir di Medan, 22 Oktober 1998. Dia merupakan warga Tanjung Sari, Medan Selayang, Medan.

Saat ini Ivan yang dalam kondisi terluka berhasil diamankan. Tidak ada korban jiwa, karena bom yang dibawa Ivan berdaya ledak rendah.

Pengurus pemuda Gereja Santo Yosef, Welly Limbong menuturkan, ia tengah berada di dalam gereja untuk mengikuti misa saat bom meledak.

Berawal ketika pastur gereja hendak memulai khotbah, tiba-tiba seorang pria berlari mendekati altar, sembari membawa ransel yang mengeluarkan percikan api.

Melihat gelagat tidak baik itu, imam gereja pun sontan berlari menghindari. Para jemaat yang hadir kemudian mengejar pembawa bom.

Kejadian tersebut sekitar pukul 08.30 WIB pagi tadi. Ditenggarai pelaku hendak melakukan bom bunuh diri sebelum aksinya berhasil digagalkan.

“Pelaku meneror di dalam gereja, satu bom sudah meledak, tapi tidak meledak semua, sehingga pelaku dapat diamankan oleh warga dan petugas,” ujar Welly kepada Kantor Berita Politik RMOL (Jawa Pos Group).

Welly yang masih berada di lokasi kejadian menyampaikan, petugas polisi dari gegana, brimob, dan TNI setelah itu langsung menyisir sekitar Gereja Santo Yosef, sepanjang radius 200 meter dari gereja. Pelaku sendiri sudah diamankan oleh petugas untuk diperiksa.

“Info terakhir belum ada yang terluka. Situasi sudah kondusif disini saat ini. Petugas sedang mengidentifikasi jenis bom dan jumlah bom,” ujarnya.

Sementara Pastor Albert Pandiangan hanya mengalami luka ringan di bagian lengan kirinya akibat sayatan pisau pelaku. (jpg)

Respon Anda?

komentar