Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Santos Yoseph Medan Diduga Dendam dengan Pastor Albert

7069
Pesona Indonesia
Gereja Santo Yoseph Medan, tempat Ivan mencoba meledakkan diri, namun gagal. Foto: istimewa
Gereja Santo Yoseph Medan, tempat Ivan mencoba meledakkan diri, namun gagal. Foto: istimewa

batampos.co.id – Pihak kepolisian masih mendalami motif Ivan Armadi Hasugian (18) melakukan percobaan bom bunuh diri di Gereja Santo Yoseph di Jalan Dr. Mansur Medan,  saat jemaat sedang misa Minggu (28/8/2016).

Informasi yang beredar, pelaku disebutkan memiliki dendam atau sakit hati karena pernah dihina pastor di gereja tersebut.

Namun, untuk membuktikan apakah memang motifnya dendam atau ada motif lain, polisi masih memeriksa Ivan yang diketahui mengalami luka akibat aksi bom bunuh diri gagal itu.

Ivan hanya berhasil melukai lengan Pastor Albert Pandiangan dengan pisau

Menurut keterangan sejumlah saksi, saat itu Ivan datang menggendong bom yang dirakit dengan pipa kuning.

Kapolresta Medan, Mardiaz Kusin Dwihananto, melalui Whatsapp meminta masyarakat tidak terpancing dengan isu sara.

“Kita tunggu interogasi tsk dulu ya biar gak salah berita, bgmanapun pasti kedamaian dan ketentraman yg kita jaga utk kota medan ini, makanya setelah kita intro tsk baru kita rilis dan lagi ada 2 tsk lain infonya. Biar kita tidak salah berita apalagi sampai memicu sara dll, okey rekan2,” tulisnya.

Mardiaz juga menegaskan jika ada kabar yang menyebutkan pastor dalan keadaan luka para itu tidak benar.

“Tidak benar pastor dalam keadaan luka parah,” katanya. Kembali dikatakan Mardiaz pada wartawan pihaknya akan segera memberi keterangan resmi. (ring/pojoksumut)

Respon Anda?

komentar