Ransel Ivan, Pelaku Bom Bunuh Diri Gagal di Gereja Santo Yoseph Dimusnahkan

3549
Pesona Indonesia
Ilustrasi pemusnahan benda yang diduga bom. Foto: istimewa
Ilustrasi pemusnahan benda yang diduga bom. Foto: istimewa

batampos.co.id -Tim Gegana Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) memusanahkan ransel yang berisi benda-benda yang dicurigai sebagai bom milik milik Ivan Siagihan (18), pelaku percobaan bom bunuh diri di Gereja Santo Yoseph Medan, Minggu (28/8/2016).

Pemusnahan itu dilakukan di belakang gereja yang terletak di Jalan Dr Mansyur, Medan. Ransel itu dimusnahkan dengan cara diledakkan.

“Itu yang diledakkan ransel pelaku,” kata Direktur Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Nurfalah di lokasi, Minggu (28/8/2016).

Sebelum meledakkan benda tersebut, polisi membatasi warga pada jarak yang dianggap aman. Sementara seorang personil dari tim Gegana mengenakan baju khusus penjinak bom.

Baca Juga:
> Kesaksian Mahasiswi USU yang Sempat Sebangku Ivan, Pelaku Bom Bunuh Diri Gagal di Gereja Santo Yoseph Medan
> Pastor Albert Menghindar Sebelum Ivan Meledakkan Diri di Gereja Santo Yoseph Medan
> Polisi Geledah Rumah Ivan, Pelaku Bom Bunuh Diri Gagal di Gereja Santo Yoseph Medan
> Ini Pengakuan Terbaru Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Santo Yoseph Medan
> Dua Teman Pelaku Bom Bunuh Diri Gagal di Gereja Santo Yoseph Medan Masih Diburu
> Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Santos Yoseph Medan Diduga Dendam dengan Pastor Albert
> Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Medan Bernama Ivan, Mahasiswa Berusia 20 Tahun
> Mabes Polri: Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Medan Pemain Tunggal
> Bom Bunuh Diri di Gereja Medan, Terorisme atau Dendam? Ini Penjelasan Mabes Polri
> Duarrrr! Bom Bunuh Diri Meledak di Gereja St Yosep Medan

Sementara itu, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin langsung turun menemui para pengurus Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph di Jalan Dr Mansyur Medan, tempat terjadinya percobaan bom bunuh diri.

Eldin terlihat langsung berdiskusi bersama para pengurus gereja tersebut pada halaman gereja yang sebelumnya disisir oleh tim Gegana Brimob Polda Sumatera Utara.

“Kami himbau agar tidak simpang siur, jangan terlalu mendengarkan media sosial (medsos) yang belum tau duduk persoalannya,” katanya kepada wartawan di lokasi.

Dzulmi Eldin mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kinerja dari Polri dalam menangani persoalan tersebut.

Sembari menunggu hasil penyelidikan dari polisi, ia meminta agar seluruh warga Kota Medan tetap menyatukan persepsi untuk menjaga stabilitas keamanan di Medan.

“Kami hibau warga Medan tetap satukan persepsi bahwa ini sedang ditangani polisi, kita bersama-sama menunggu kajian dari polisi,” demikian Dzulmi Eldin. (rgu/jpg/mb/sdf/ps/jpg)

Respon Anda?

komentar