Usai Rusuh, Kapolres Meranti Dicopot, Penggantinya dari Polda Riau

3208
Pesona Indonesia
Polisi dan warga saat bentrok di depan Mapolresta Meranti, Kamis (25/8/2016). Foto: Ahmad Yuliar/Riau Pos/jpgrup
Polisi dan warga saat bentrok di depan Mapolresta Meranti, Kamis (25/8/2016). Foto: Ahmad Yuliar/Riau Pos/jpgrup

batampos.co.id – Rusuh di Kota Selatpanjang, Meranti, kamis (25/8/2016) lalu berimbas pencopotan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Asep Iskandar dari jabatannya.

Kapolda Riau Brigjen Supriyanto terang-terangan menyebut kinerja Asep kurang maksimal, terutama dalam mengantisipasi kerusuhan di Meranti.

“Kami menilai kinerjanya tidak maksimal,” katanya, Sabtu, 27 Agustus 2016, seperti dilansir tempo.co.

Tak hanya dicopot dari jabatannya, Asep beserta 15 anggotanya turut diperiksa petugas bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) terkait dengan dugaan kesalahan prosedur dalam menangkap tersangka pembunuh polisi, Afriyadi Pratama, 24 tahun, yang tewas di tangan polisi, setelah tertangkap usai membunuh anggota Polres Meranti di parkiran Hotel Furama, Selatpanjang.

Menurut Supriyanto, pencopotan tersebut merupakan tindakan tegas dari kesatuannya untuk anggota yang dianggap lalai menjalankan tugas. Dia berharap kondisi Meranti nantinya lebih aman dan kondusif.

Sebelumnya, ratusan warga Selatpanjang, Kepulauan Meranti, menggeruduk kantor Kepolisian Resor Meranti pada Kamis, 25 Agustus 2016. Mereka marah kepada aparat setelah tersangka kasus pembunuhan anggota Polres Meranti, Brigadir Adil S. Tambunan, dihajar secara brutal hingga tewas.

Warga menuding terjadi kesalahan prosedur dalam menangkap Apri. Hal itulah yang membuat mereka emosi dan melempari kantor Polres Meranti dengan batu sehingga mengakibatkan sejumlah kaca kantor pecah.

Polisi melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk menenangkan warga. Satu warga dilaporkan tewas dalam kerusuhan itu.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian langsung memerintahkan Kadiv Propam Mabes Polri, Irjen Mochamad Iriawan, menuju Selatpanjang. Jenderal bintang dua itu tiba Jumat (26/8/2016), pagi menggunakan helikopter dari Kota Pekanbaru.

Tidak hanya dia, Mabes juga mengirim tim forensik dan ahli balistik, untuk menyelidiki dugaan penganiayaan hingga tewas terhadap, Afriyadi Pratama, 24, tersangka pembunuhan Brigadir Tambunan, 32.

Sekaligus memeriksa dugaan salah prosedur dalam menangani massa aksi demo yang memprotes kematian Afriyadi, hingga menyebabkan tewasnya Isrusli, 41, akibat terjangan peluru panas polisi di bagian dahi.

“Tim sedang bekerja. Jadi saya harap bersabar dulu, sekarang belum bisa bicara banyak,” kata Irjen Mochamad, Jumat (26/8/2016).

Dia memastikan atas atensi Kapolri, semua anggota polisi yang terlibat dan bersalah akan mendapatkan tindakan tegas. “Secepatnya akan kita ungkap semua kejanggalan dalam kasus ini,” sebutnya singkat.

Sebelumnya, Jumat dini hari sekitar pukul 00.30 Wib, Kapolda Riau, Brigjen Supriyanto, bersama Kabid Propam Polda Riau, AKBP Pitoyo Agung Yuwono, mantan Gubernur Riau, Wan Abu Bakar, tiba di Selatpanjang untuk memantau kondisi dan memastikan tidak ada bentrokan susulan.

Begitu tiba, rombongan Kapolda tersebut langsung bertakziah ke rumah Afriyadi Pratama, di Gang Abadi, Jalan Banglas dan rumah Isrusli di Jalan Dorak Selatpanjang.

Kemudian, pukul 10.00 Wib dilakukan dialog antar tokoh masyarakat, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim, dan Kapolda Riau di Ballroom Grand Meranti Hotel Selatpanjang. Dalam dialog yang berlangsung alot itu, masyarakat mempercayakan Polda Riau untuk menangani kasus tersebut dan juga menuntut pencopotan Kapolres Meranti, AKBP Asep Iskandar.

“Ada 15 anggota kita comot dan dibawa ke Polda tadi pagi. Sengaja tidak ditangani di Meranti, agar lebih objektif,” ujar Kapolda.

Ditanya siapa saja nama anggota tersebut, Brigjen Supriyanto, enggan menjawabnya termasuk berasal dari satuan mana.

“Semuanya anggota Polres. Yang jelas semua yang terkait mulai dari penangkapan dan penanganan tersangka termasuk menghadapi massa aksi kemarin,” jelasnya.

Dari informasi yang didapat, dalam 15 anggota tersebut masuk salah satunya Kasat Reskrim Polres Meranti, AKP Aditya Warman. (tempo/jpg/nur)

Respon Anda?

komentar