Duluan Ajal Daripada Jodoh, Calon Pengantin Ini Tewas Ditabrak Innova

1394
Pesona Indonesia
Fani (23), calon pengantin yang jadi korban lakalantas, Minggu (28/8/2016) dini hari. Foto: pojokmedan
Fani (23), calon pengantin yang jadi korban lakalantas, Minggu (28/8/2016) dini hari. Foto: pojokmedan

batampos.co.id – Di Kepri ada Asti, calon pengantin yang tewas tenggelam bersama kekasih dan lima anggota keluarganya yang lain saat pompong (boat kecil) yang ia tumpangi menyeberang dari Kota Tanjungpinang ke kawasan wisata sejarah Penyengat, tenggelam dihempas badai dua pekan lalu, di Kota Padangsidimpuan ada Fani (23) juga calon pengantin yang tewas ditabrak mobil Innova saat menyeberang jalan.

Ya, itulah takdir. Kematian lebih dahulu datang menjemput ketimbang Jodoh, meski semua sudah terencana dengan baik dan tinggal menunggu hari H.

Ya, Minggu Minggu (28/8/2016), Fani yang berencana melangsungkan pernikahan selepas musim haji ditemukan terpakar di tepi jalan.

Warga Kelurahan Batunadua, Padangsidimpuan, Batunadua, Kota Padangsidimpuan ini tewas setelah ditabrak mobil Innova saat menyebrang jalan tidak jauh dari kediamannya.

Informasi yang didapat dari pihak kepolisian, Fani ditemukan tergeletak di pinggir Jalinsum Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan, Minggu sekitar Pukul 03.00 WIB dini hari.

Keterangan yang diperoleh polisi dari beberapa warga, korban tewas setelah ditabrak mobil dengan BK 1850 YL yang datang dari arah Palsabolas, Tapsel menuju Kota Padangsidimpuan.

”Informasi yang kita kumpulkan dari warga sekitar kejadian, korban ditabrak mobil saat hendak menyebrang jalan di daerah Batunadua. Dan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit di Sidimpuan,” ungkap Kasat Lantas Polres Psp AKP M Hasan.

Kasat memaparkan, mobil yang dikemudikan Abdul Rahman (57) warga Dusun IV Kampung Selamat Desa Padang Maninjau Kecamatan Aek Kuoa Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) ini membawa empat penumpang.

”Kita sudah melakukan olah TKP, mewawancara beberapa saksi serta mengamankan barang bukti. Untuk korban sudah dibawa kerumah duka, yang sebelumnya sempat dibawa ke rumah sakit Inanta,” tukasnya dan mengaku supir tidak dalam keadaan mengantuk dan kecepatan hanya 40-50 Kilometer per jam.

Korban sendiri sudah disemayamkan di rumah duka di Lingkungan II, Kelurahan Batunadua Jae, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Minggu siang usai sholat Dzuhur, jenazah korban dimakamkan di Pemakaman Umum Batunadua, Simpang Ujung Gurap.

Keluarga begitu kehilangan. Ibu korban Asnidar Nasution (50) mengatakan putrinya itu akan menikah usai Idul Adha. Putrinya akan menikah dengan Doli, warga Sitamiang Baru, Padangsidimpuan Selatan.

“Tapi menunggu orangtua pria itu pulang dari Makkah (Melaksanakan ibadah haji),” ungkapnya kemudian kembali terisak.

Ditambahkan etek (bibi,red) korban, beberapa waktu lalu, korban memajang foto pada laman media sosial yang menyertakan satu pertanyaan tentang ajal dan jodoh.

“Entah yang mana lebih dahulu, ajal atau jodoh. Tapi ya memang begitulah perjanjiannya (takdir),” ceritanya sambil menangis. (yza/tmgb/jpg/nin)

Respon Anda?

komentar