Indeks Standar Pencemaran Udara di Dumai Sudah Level Bahaya Bagi Kesehatan

1218
Pesona Indonesia
WATER BOOMING : Helikopter waterbooming berupaya memadamkan api di lahan yang diduga dibakar di Jalan Riau ujung, Kecamatan Payung Sekaki, Kelurahan air Hitam Pekanbaru. Rabu (10/8/2016). Foto : ARIEF BUDI KUSUMA/RIAU POS
Sejumlah petugas berupaya memadamkan titik api. foto: Riau Pos/jpg

batampos.co.id – Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa titik mengakibatkan sebagian wilayah Riau mulai berasap di pengujung Agustus ini. Bahkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sudah menunjukkan level berbahaya bagi kesehatan.

Seperti di wilayah Dumai, sudah menyentuh angka konsentrasi 475 atau setara ISPU 369 pada posisi berbahaya. Sementara daerah lain di pesisir Riau seperti Rokan Hilir (Rohil) dalam keadaan udara tidak sehat, pada angka ISPU 109.

Demikian pula Kota Duri, ISPU pada pukul 07.00 WIB berada di angka 340 PSI. Angka itu meningkat menjadi 405 PSI pada pukul 12.00 WIB. Di Bengkalis tercatat angka 191 PSI.

Sementara Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, Siak, Rokan Hulu (Rohul) masih dalam posisi angka ISPU dibawah 100 atau dalam keadaan udara sedang. Diketahui berdasarkan data ISPU yang dikeluarkan P3E Sumatera Kementerian LHK RI dan BLH Provinsi Riau, tertanggal 28 Agustus pukul 07.00 WIB.

Hal ini langsung ditindaklanjuti Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman. Dia menginstruksikan jajarannya melakukan langkah awal antisipasi. Dimana 12 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dituntut langsung turun ke lapangan dengan berkoordinasi bersama tim Satgas Siaga Darurat Karhutla Provinsi Riau dan seluruh kabupaten/kota di Riau.

“Prioritas kita adalah menyelamatkan masyarakat. Harus dilakukan langkah awal mengantisipasi penanganan dampak.Sehingga upaya menjaga rakyat dapat terlaksana,” tegas Gubri seperti diberitakan Riau Pos (Jawa Pos Group) hari ini (29/8).

Instruksi Gubri tersebut ditindaklanjuti Sekdaprov Riau H Ahmad Hijazi. Kemarin dia langsung mengumpulkan 12 SKPD terkait di kediaman dinasnya di Jalan Gajah Mada, Pekanbaru. Di mana dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat, Pemprov Riau melaksanakan secara prosedural. Sebab tim di Satgas sudah bergerak di pencegahan dan penanggulangan yang sudah maksimal.

“Di ujung Agustus ini kita merasakan ada asap. Makanya antisipasi kita wajib.SKPD sudah punya fungsi masing-masing, ini perlu dikoordinasikan,” kata Sekda usai pertemuan.

“Jumlah ini mengalami peningkatan dari update pagi yang dari monitoring satelit Terra dan Aqua 4 titik, Rohil 3 dan Siak 1,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG, Slamet Riyadi.

Kondisi ini membuat jarak pandang di beberapa daerah mengalami penurunan alias pekat. Seperti di Dumai 1.000 meter, yang membuat aktivitas di Bandara Dumai mengalami gangguan.

Secara keseluruhan untuk wilayah Riau pun mengalami gangguan kabut asap, meski untuk Pekanbaru belum begitu mengganggu. “Untuk Bandara SSK II masih aman, penerbangan sesuai dengan jadwal,” kata Airport Duty Manager SSK II, Murni.

Data BMKG, untuk jarak pandang tig hari terakhi ini mengalami penurunan. Sehari sebelumnya di jarak 2.400 meter, dan untuk Ahad kemarin Pekanbaru 2.100 meter, dampak kabut asap karhutla.

Disampaikan Slamet, pada umumnya cuaca di wilayah Riau cerah hingga berawan, yang sebagian wilayah Riau bagian utara hingga tengah diselimuti kabut asap tipis.

“Potensi hujan ringan tidak merata yang dapat disertai petir dan, angin kencang diperkirakan berpotensi terjadi di wilayah Pesisir Timur pada sore atau malam hari,” sebutnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar