Jaket Apung Kini tersedia di Tiap Dermaga

421
Pesona Indonesia
Penumpang pompong berswafoto menggunakan jaket apung yang sudah disediakan di seluruh dermaga yang ada. Kini, mengenakan jaket apung wajib hukumnya sebelum menyeberang.  F. Nurfatilla untuk Batam Pos.
Penumpang pompong berswafoto menggunakan jaket apung yang sudah disediakan di seluruh dermaga yang ada. Kini, mengenakan jaket apung wajib hukumnya sebelum menyeberang.
F. Nurfatilla untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Sebanyak 500 unit jaket apung kini sudah tersedia di tiap dermaga penyeberangan yang ada di Tanjungpinang. Baik itu dermaga Penyengat, Pelantar Satu, Pelantar Dua, dan dermaga dari arah sebaliknya. Ratusan jaket apung tersebut merupakan hibah dari Bank Indonesia perwakilan Kepulauan Riau melalui penyaluran dana sosialnya, yang diserahkan secara simbolis, Sabtu (27/8) lalu.

Hal ini disambut baik oleh banyak penumpang di semua dermaga penyeberangan selama akhir pekan kemarin. Antusiasme yang baik agar peraturan kewajiban menggunakan jaket apung semakin diterima oleh masyarakat luas. Termasuk bagi penambang atau penumpang.

“Tentu hal ini kalau dipatuhi secara sadar akan berimbas baik buat keselamatan bersama,” kata Nurfatilla, warga Penyengat yang hendak menyeberang ke Tanjungpinang, Minggu (28/8).

Sesaat sebelum menyeberang, Nurfatilla dan penumpang lain diwajibkan mengenakan jaket apung terlebih dahulu. Tidak peduli berapa usianya. Bahkan, anak-anak usia balita pun ikut mengenakan jaket apung berwarna oranye terang tersebut. Sementara beberapa penumpang yang lain pun ikut girang dengan berfoto bersama dan mengunggahnya di media sosial.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah ikut mendorong antusiasme ini dengan kembali menegaskan bahwasanya siapa pun yang hendak menyeberang wajib mengenakan jaket apung terlebih dahulu. Ketegasan ini sudah bulat. Siapa yang tidak mau menggunakan jaket apung, kata Lis, penambang berhak menolak penumpang tersebut.

“Begitu juga sebaliknya. Kalau penumpang melihat penambang tidak mengenakan juga tidak mengajak penumpang pakai life-jacket, silakan tolak,” tegas Lis.

Bila masih ada penambang yang membandel dan bahkan dengan sengaja mengabaikan penggunaan jaket apung ini, bakal dikenakan sanksi. Saat ini sedang dibahas bersama pola sanksi yang bisa diterapkan.

Kepada pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, Syahbandar, dan para penambang pompong diharapkan Lis dapat proaktif pada rapat internal guna membahas aturan bagi para penambang pompong yang tidak mengindahkan keselamatan penumpang.

“Susun format aturan bagi para penambang yang melanggar harus terima konsekuensinya. misalnya satu kali melanggar tiga hari tidak boleh menambang. Dua kali melanggar seminggu tidak di izinkan menambang. Ketiga kalinya, biarlah aparat kepolisian yang memproses hukumannya,” ujar Lis.

Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka Putra, menyampaikan bahwa meskipun bantuan ini sedikit terlambat dari musibah pompong pulau penyengat kemarin, tetapi ini sebagai bentuk program sosial BI kepada masyarakat.

“BI akan memberikan 1.200 life jacket kepada penambang perahu motor di Kota Tanjungpinang. Saat ini kami baru membagikan 500 life jacket. Selebihnya akan kami bagikan secara bertahap, hal ini di karenakan stock yang ada di Batam sudah habis, dan kami sudah suruh untuk memesan lagi, mudah-mudahan semua life jacket itu akan kami bagikan secepat mungkin,” pungkasnya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar