Jelang Sail Karimata, 3 Titik Labuh Perahu Layar Lingga Belum Berbenah

748
Pesona Indonesia
Para yatcher Cruise to Lingga saat tiba di Pulau Benan. foto:hasbi/batampos
Para yatcher Cruise to Lingga saat tiba di Pulau Benan. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Jelang persiapan even internasional Sail Karimata 2016 yang akan berlangsung bulan Oktober nanti, tiga titik labuh di Lingga belum juga berbenah. Padahal waktu yang tersisa hanya tinggal dua bulan saja.

Ketiga titik labuh yang akan disinggai sedikitnya 200 Yatch tersebut di Lingga seperti Penuba, Kecamatan Selayar, Zero Equator Sungai Tenam dan wilayah Tanjung Kelit serta titik wisata perairan Pulau Benan, Kecamatan Senayang. Ketiga titik tersebut, belum terlihat aktivitas persiapan berarti seperti pembangunan pelabuhan wisata termasuk tambatan perahu menuju zero equator atau titik nol khatulistiwa milik Lingga, Kepulauan Riau di Tanjung Teludas, Desa Mentuda, Kecamatan Lingga.

Pengelola objek wisata di Pulau Benan, Sahlan mengatakan perlu segera ada pembenahan fasilitas untuk pendukung sarana dan prasarana homestay. Meski wisatawan layar akan tetap menginap di yatch, namun ia yakin saat even nanti berlangsung wisata Benan, akan ramai didatangi wisatawan luar lainya untuk menyaksikan Sail Karimata.

Disampaikan Sahlan, saat ini kondisi homestay yang ada cukup parah. Fasilitas tangga yang rapuh, serta fasilitas pendingin kamar maupun daya listrik yang terbatas. Begitu juga persoalan air bersih yang harus segera dicarikan solusi untuk kenyamanan pengunjung.

“Resort milik Pemkab di Benan butuh renovasi, minimal standar lah. Papan pada tangganya sudah rusak, fasilitas pendukung masih kurang,” kata Sahlan kepada koran Batam Pos.

Pulau Benan, kata Sahlan memiliki potensi yan luar biasa. Sejak dibuka tahun 2009 lalu, dalam waktu singkat Benan semakin dilirik para wisatawan. Ditambah lagi, masuknya wisata layar bertaraf internasional. Selain Sail Karimata, dalam waktu dekat, akan ada juga even serupa dengan kapal-kapal Yatch seperti Sail 2 Indonesia dari Kementerian Pariwisata. Potensi bahari, wisata bawah laut, kata Sahlan, menjadi unggulan Pulau Benan.

“Kami berharap pemerintah secepatnya melakukan pembenahan fasilitas di Pulau Benan. Waktunya sudah sangat singkat. Peserta Sail dari berbagai belahan dunia diperkirakan sampai ke Benan pada Okteber mendatang,” ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, fasilitas yang dibangun Pemda di Pulau Benan sekitar tahun 2009 lalu, belum pernah mendapat sentuhan renovasi. Bahkan beberapa fasilitas yang mendukung tempat wisata yang bersih, nyaman, aman dan indah belum tersedia sepenuhnya. Tong sampah juga belum tersedia.

“Kami butuh alat-alat kebersihan seperti gerobak pengangkut sampah. Satpam juga belum ada. Kebutuhan yang kami minta ini cukup standar lah. Ini menjadi beban moral kami di lapangan,” tuturnya.

Dia berharap, pemerintah derah segera menanggapi hal tersebut, karena akan sangat disayangkan jika even akbar sekelas Sail Karimata tidak meninggalkan kesan pada pengunjung yang singgah di Benan.

“Ini bukan untuk peserta saja. Tapi pengunjung lainnya yang datang ke Benan untuk menyaksikan daya tarik sail ini,” tutur Sahlan.

Sementara itu, Kadisbudpar Lingga, M Asward belum dapat memastikan pembenahan ketiga titik labuh tersebut. Belum disahkannya APBD P Lingga dikatakan Asward menjadi kendala persiapan Sail Karimata. “Kita berharap, APBD P segera disahkan,” tutupnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar