Kapolri Soal Pembakaran Mapolsek di Jambi dan Teror di Medan

343
Pesona Indonesia
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menggelar konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Cawang, Jakarta Timur, Minggu (31/7/2016), terkait kerusuhan Tanjungbalai, Sumatera Utara. Foto: Fathan Sinaga/JPNN.com
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: dok.jpnn

batampos.co.id — Kapolri Jenderal Tito Karnavian langsung menyikapi dua kejadian besar dalam sepekan terakhir yakni pembakaran Mapolsek di Jambi dan teror di Medan, Sumut.

Tito langsung memeritahkan seluruh kapolda, kapolres dan kapolsek rajin-rajin bicara dengan anggotanya dan santun kepada masyarakat. Selain itu poin penting membangun hubungan baik dengan semua pihak.

“Satuan-satuan kepolisian harus proaktif membangun dialog dengan masyarakat. Kalau ada masalah agar dibangun dengan dialog, bukan dengan kekerasan,” ujar Kapolri saat tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang, Minggu (28/8) kemarin.

Pernyataan Kapolri ini menyikapi aksi massa membakar Mapolsek Tabir, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Sabtu (27/8) malam. Pembakaran diduga terjadi setelah anggota Polsek Tabir menangkap tiga pelaku penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah tersebut.

Kapolda Jambi Brigjen Pol Yazid Fanani telah meninjau lokasi kejadian dan kondisi sudah mulai kondusif.

Tujuannya ke Padang, kata Tito, selain memberikan kuliah umum, juga akan mengevaluasi permasalahan tersebut. “Saya juga akan datang ke Riau agar terbangun hubungan lebih baik dengan masyarakat,” tambahnya.

Terkait teror bom rakitan di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Medan, Minggu (28/8), jenderal bintang empat ini mendapatkan laporan bahwa pelakunya adalah seorang anak yang berusia relatif muda.

“Yang jelas anak itu umurnya masih belum cukup. Oktober nanti baru 18 tahun, menurut UU perlindungan anak pelakunya masih kategori anak-anak,” katanya didampingi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar, Kapolda Brigjen Pol Basaruddin dan Bupati Padangpariaman Ali Mukhni.

Meski begitu, polisi masih mengusut motif pelaku serta mendalami apakah pelaku bertindak secara pribadi atau mewakili kelompok. “Saat ini tim Mabes Polri masih mendalami itu. Kita belum bisa mengungkapkan apa motif pelaku melakukan hal tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya seorang pelaku diduga membawa bom bunuh diri berada di dalam gereja dan mengejar pastor yang sedang berkutbah sambil membawa ransel yang diduga bom yang dirakit dengan pipa kuning. Aksi pelaku diketahui jemaat dan langsung menangkap pelaku.

“Untung tidak ada korban jiwa. Hanya saja, sang pastor mengalami luka sobekan senjata tajam yang dibawa oleh pelaku. Sampai saat ini kita masih mendalami kasus ini,” ujarnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar