Lepas 1.883 Balon, Bagikan 2.000 Topeng, LKF Masuk MURI

328
Pesona Indonesia
Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo. Foto Istimewa
Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo. Foto Istimewa

batampos.co.id – Sesuai namanya, acara Jelajah Semarak Budaya yang merupakan rangkaian dari Lampung Krakatau Festival (LKF) 2016 berjalan semarak.

Acara yang dipusatkan di Tugu Adipura Bandarlampung tersebut diwarnai dengan berbagai kegiatan. Mulai atraksi gajah main bola, penampilan Hendra Percussion Marching Band, Flag Dance, hingga parade mobil hias SKPD dan 15 kabupaten/kota.

Yang membuat kegiatan ini kian istimewa adalah pelepasan 1.883 balon ke udara yang menandakan peristiwa meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883 silam. Keistimewaan lain adalah pembagian 2.000 topeng kepada masyarakat yang hadir. Pembagian ribuan topeng yang dikenakan langsung oleh warga yang hadir ini berbuah penghargaan dari museum rekor Indonesia (MURI).

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo dalam sambutannya menyatakan tahun ini penyelenggaraan puncak LKF berbeda dengan tahun sebelumnya yang biasanya dipusatkan di Jl. Dr Susilo. Hal ini, menurut Ridho-sapaan akrabnya-dimaksudkan agar bisa lebih luas menjangkau masyarakat.

“Agar bisa menyediakan fasilitas kepada masyarakat yang lebih luas. Agar penyebaran informasinya pun bisa lebih optimal,” katanya ketika sambutan seperti diberitakan Radar Lampung (Jawa Pos Group) hari ini (29/8).

Orang nomor satu di Sai Bumi Ruwa Jurai ini mengaku akan terus berusaha menggaungkan semarak LKF bail secara lokal, nasional bahkan hingga level internasional. “Goal kita ke depannya adalah bagaimana, LKF ini bisa menjadi acuan atau tolok ukur kegiatan pariwisata secara nasional. Tentunya, upaya keras harus dilakukan,” ungkapnya.

Pria yang juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Lampung ini juga menekankan kepada seluruh lapisan atau komponen masyarakat, agar berupaya meningkatkan porsi kesadaran akan adanya potensi wisata.

“Sadar pariwisata sangatlah penting. Kalau tidak kita, siapa lagi yang akan membangun. Untuk itu saya mengimbau kepada seluruh lapisan, ayo kita sama-sama mengedepankan sektor ini,” harapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Kementrian Pariwisata Bidang Kemaritiman Syamsul Lussa mengapresiasi penyelenggaraan LKF tahun ini yang melibatkan komunitas, blogger dan orang-orang yang dianggap mempunyai influence atau pengaruh di dunia maya, karena pada era ini promosi lewat media sosial sangat efektif.

“Jelas ini sangat baik. para influencer sangat penting untuk menyebarluaskan kegiatan ini. Kita sangat perlu bantuan berbagai elemen dan para influence seperti blogger, fotografer dan penggiat media sosial,” katanya.

Diketahui, kegiatan itu juga diwarnai dengan penyematan medali budaya dari Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia (LKNI) kepada Gubernur Lampung sebagi pembina utama budaya dan pariwisata daerah.

Ketua LKNI Totok Sudarwoti mengatakan pemberian medali budaya itu adalah sebagai bentuk penghargaan atas upaya Gubernur Lampung dalam mengembangkan budaya dan pariwisata. Diharapkan melalui penyematan medali budaya ini akan semakin menambah semangat Gubernur Lampung untuk terus mengembangkan budaya dan pariwisata daerah khususnya di Sai Bumi Ruwa Jurai.

Sementara itu, Pemprov Lampung kembali membuktikan perhatian besarnya pada peningkatan sektor pariwisata. Pada acara Lampung Invesment Forum yang dihelar di Ballroom Novotel, Bandarlampung tadi malam, Ridho mengatakan akan memberikan peluang kemudahan bagi investor yang ingin bersama-sama membangun sektor pariwisata yang akan dikembangkan menjadi sektor andalan di Lampung.

“Terlebih jika kaitannya dengan promosi wisata kita. Jika terkenal di kancah nasional kan kita juga yang bangga,” ujarnya saat memberi sambutan.

Menurut Ridho, pihaknya akan terus menggenjot promosi agar ke depan sektor pariwisata bisa menjadi tulang punggung ekonomi Provinsi Lampung. Selain itu, pihaknya juga akan berupaya meningkatkan sarana penunjang lainnya seperti infrastruktur dan konektivitas untuk terus meningkatkan persoalan ekonomi kreatif.

“Selain promosi, yang terus difokuskan adalah konektiviti. Salah satunya bandara. Dinas perhubungan harus banyak mencari peluang, membuka rute-rute penerbangan baru.” Terangnya.

Pengembangan ekonomi kreatif, kata Ridho, sebagai pendukung pariwisata juga harus digiataktifkan dan Provinsi Lampung sangat membuka diri terhadap investor-investor yang ingin mengembangkan ekonomi kreatif di Lampung.

“Waktu investasi paling baik di Lampung adalah 3-4 tahun lalu, waktu kedua adalah saat ini. Dan kita benar-benar membuka diri, apalagi saat ini tren pariwisata Lampung sedang meningkat dan ekonomi kreatif mulai bergeliat,” terang Ridho.

Gubernur termuda se-Indonesia ini juga menceritakan pengalamannya saat ke Kairo pada 2003 lalu. Konsep pengembangan wisata di Kairo sangat mendukung karena perusahaan-perusahaan juga ikut serta mendukung sektor ini. “Misal kita ada acara rapat dalam satu minggu itu ada tiga atau empat kali jadwal, sisa harinya diarahkan untuk berwisata. Dan ini menarik minat yang jumlahnya sangat besar,” jelasnya.

Ridho juga menilai saat ini sektor pariwisata Lampung mengalami peningkatan. “Sekarang banyak warga mengeluh tapi mengeluhnya susah mau nginap dimana karena hotel penuh yang disebabkan intensnya even pariwisata yang kita selenggarakan,” tandasnya.

Diketahui, pada acara ini, Gubernur bersama Kepala Bappeda Provinsi Lampung langsung menandatangani nota kesepahaman/MoU kerjasama dengan agen perjalanan terbesar Traveloka. Lampung merupakan provinsi pertama yang menjalin kerjasama dengan Traveloka. Salah satu poin MoU adalah Traveloka bersedia membantu mempromosikan Wisata Lampung. (jpg)

Respon Anda?

komentar