Lomba Masak di Lingga Sajikan Makanan Khas Melayu Berbahan Sagu

1308
Pesona Indonesia
Lomba masakan Melayu berbahan utama sagu. foto:wijaya satria/batampos
Lomba masakan Melayu berbahan utama sagu. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Beragam jenis masakan tradisonal Melayu diperlombakan oleh warga RW 01 dan RW 02, Dusun Satu, Kampung Baru dalam rangka memperingati hari kemerdekaan ke-71 RI di lapangan SDN 003 Singkep. Lomba ┬ámasak tersebut terlaksana murni dari swadaya masyarakat.

Masakan khas Melayu yang diperlombakan antaranya, gubal sagu yakni sagu yang dimasak berbentuk butiran layaknya nasi. Menu masakan ini biasanya disantap bersama gulai asam pedas yang lauknya dari ikan, ketam maupun udang.

Selain itu ada juga menu masakan yang diperlombakan bernama bubur lambok dengan bahan utama masih dari sagu, dimasak hingga menjadi bubur. Keunikannya, bubur lambok ini dimasak bersamaan dengan beragam jenis sayuran sehingga memanjakan lidah para penikmat makanan tersebut.

Keseluruhan menu yang diperlombakan kebanyakan berbahan dasar sagu termasuk menu bernama lempeng sagu dan keputun. Masakan ini berkenaan dengan kondisi alam Kabupaten Lingga yang banyak ditumbuhi pohon sagu, yang sejak dulu telah diolah masyarakat Kabupaten Lingga menjadi masakan yang lezat dan nikmat.

Menurut Koordinator pelaksana kegiatan tersebut, Fery Eka Putra, selain meningkatkan rasa kebersamaan antar warga di kampung itu, kegiatan ini diadakan sekaligus untuk melestarikan khasana budaya Melayu melalui kebudayaan memasak warga Tanah Bunda Melayu untuk dapat diteruskan kegenerasi selanjutnya.

“Untuk menambah semangat kaum ibu dan bapak yang mengikuti lomba ini, nanti hasil masakannya akan dilelang setelah melalui penjurian,” kata Fery ketika ditemui di lokasi perlombaan, Minggu (28/8) pagi.

Fery menambahkan, kegiatan peringatan HUT RI tahun ini diadakan mulai Sabtu dan berakhir pada Senin. Pada malam penutupan, aku Fery, akan diadakan malam hiburan yang dimeriahkan dengan pertunjukan orgen tunggal. Seluruh kegiatan yang telah berjalan, didukung masyarakat dengan antusias mengikuti perlombaan yang sangat tinggi.

Selain perlombaan memasak, panitia juga mempertandingkan ketangkasan lainnya seperti suami merias istri, tarik tambang, balap karung, makan kerupuk dan perlombaan rakyat lainnya.

“Setiap tahun kami mengadakan perlombaan ini dari dana sendiri tanpa bantuan desa. Kegiatan ini juga untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antar warga kampung kami,” ujar Fery. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar