Membangkitkan Gairah Wisata Tanjungpinang Lewat Festival Sungai Carang

1782
Pesona Indonesia
Parade perahu akan memeriahkan Festival Bahari Kepri pada Oktober mendatang. foto:yusnadi/batampos
Parade perahu akan memeriahkan Festival Sungai Carang pada Oktober mendatang. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti, punya keyakinan besar pariwisata Tanjungpinang akan bergairah dalam beberapa waktu kedepan. Peluang yang harus ditangkap adalah Festival Sungai Carang (FSC) yang digelar malam hari. Karena lewat even tersebut akan menarik datangnya wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri.

“FSC 2016 yang sudah disepakati menjadi rangkaian Festival Bahari Kepri (FBK) adalah satu peluang yang menjanjikan untuk membangkitkan gairah pembangunan pariwisata Tanjungpinang,” ujar Guntur Sakti, Minggu (28/8) di Tanjungpinang.

Menurut Guntur, kegiatan yang digelar siang hari tentunya akan sangat berbeda dibandingkan dengan malam hari. Ia mencotohkan, Festival Sungai Melaka, Malaysia juga digelar pada malam hari. Hal yang sama juga dilakukan oleh Singapura kawasan wisata Marina Bay. Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi daya tarik tersendiri untuk orang datang berkunjung ke negara-negara tersebut.

“Peluang ini harus ditangkap oleh Pemko Tanjungpinang sebagai pemilik Sungai Carang. Menurut saya, apabila ini dikemas dengan baik. Tanjungpinang punya kekuatan baru dalam membangunan pariwisatanya,” papar Guntur.

Ditambahkan Guntur, upaya untuk mensukseskan kegiatan itu nanti, pihaknya akan menggandeng agen-agen travel di Kepri. Yakni dengan menawarkan paket-paket wisata. Masih kata Guntur, untuk menjadikan sesuatu yang istimewa tentu harus melalui kerja yang ekstra. Sehingga apabila berhasil mencuri perhatian internasional, kegiatan tersebut perlu dipatenkan pada malam hari.

“Kita juga beruntung punya sosok seperti Rida K Liamsi yang berani menggebrak dengan melahirkan FSC. Meskipun FSC umurnya baru masuk yang ketiga, tetapi sudah punya nama,” paparnya lagi

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kepri dari daerah pemilihan Tanjungpinang, Rudi Chua. Menurutnya, FSC yang digelar malam hari pada bulan Oktober mendatang tentunya akan menjadikan even yang ditunggu-tunggu. Karena wisatawan bisa melihat pesona Sungai Carang berkilau di malam hari.

“Even itu nanti harus benar-benar disajikan dengan sebaik-baiknya. Karena kelasnya sudah internasional, bukan hanya lokal,” ujar politisi Partai Hanura tersebut.

Lebih lanjut katanya, kerja keras yang perlu dilakukan adalah untuk menata kawasan di sepanjang Sungai Carang. Menurut Rudi, pekerjaan tersebut bisa dilakukan secara bertahap. Masih kata Rudi, apabila even itu nanti berhasil mencuri perhatian, tentu akan mendorong banyak wisman dan wisatawan nusantara datang ke Tanjungpinang.

“Harus kita akui, untuk menggairahkan pariwisata Tanjungpinang tidak cukup hanya mengandalkan magnet Pulau Penyengat. Artinya harus ada kombinasi wisata yang disajikan,” ujar Rudi.

Terkait pelaksanan kegiatan itu nanti, Rudi meminta panitia tidak hanya fokus pada persiapan kegiatan. Gebrakan yang masih kurang terasa adalah promosi kegiatan. Tindakan tersebut seharus sudah dilakukan. Seperti melakukan promosi-promosi diseluruh pintu masuk internasional yang ada di Kepri.

“Dengan begitu, akan membawa kabar terkait FSC ke negara-negara luar. Seperti Singapura dan Malaysia. Juga yang sangat perlu dilakukan adalah promosi kegiatan kita di luar negeri. Sekarang ini, kita masih minim informasi,” jelas Rudi.

Dikatakannya juga, apabila terkendala anggaran, Pemerintah Daerah bisa menggandeng agen-agen travel dan pihak hotel. Karena ini juga bagian daripada omset daerah dan pihak hotel tentu. Gemerlap parade kapal Sungai Carang juga harus bisa dinikmati wisman-wisman yang datang ke Kawasan Lagoi.

“Makanya perlu promosi diseluruh pintu masuk internasional. Karena itu akan membuat penasaran wisman untuk datang ke Kepri, Tanjungpinang khususnya,” papar Rudi.

Persoalan lain yang disorot politisi yang sudah dua priode duduk sebagai legislator DPRD Kepri tersebut adalah, persoalan keamanan. Ia melihat disepanjang kawasan Sungai Carang memang perlu dipersiapkan atau ditata sebagai lokasi untuk melihat parade kapal Sungai Carang yang indah dengan berbagai seni lightingnya.

“Tanjungpinang terdiri dari banyak pelantar dari sepanjang kawasan Sungai Carang. Kelayakan juga harus diperhatikan. Jangan sampai, gara-gara ingin menyaksikan pesona Sungai Carang di malam hari, jatuh ke laut. Karena pelantarnya ambruk,” tutup Rudi.

Menyikapi persoalan itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Guntur Sakti menegaskan akan mengundang mengundang Camat, Kapolsek, Danremel, Lurah, Babinsa, Kapolpos, dan termasuk unsur limas yang ada di Kota Tanjungpinang. Hal itu sangat perlu dilakukan, sehingga keamanan untuk suksesnya kegiatan itu nanti.

“Kita mohon dukungan dari semua pihak untuk sama-sama mengawasi. Dan itu akan kita bahas pada rapat teknis dalam waktu dekat ini. Memang ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi kami maupun Pemko Tanjungpinang. Tak bisa dipungkiri satu-satunya kegiatan malam hari di sungai yang ideal dilakukan di Kepri adalah Festival Sungai Carang,” ujar Guntur.

Seperti diketahui, khusus pada FSC 2016 dalam rangkaian FBK, ada beberapa kegiatan yang sudah dirancang. Diantaranya Festival Gurindam 12, Festival Drumband, Festival Busana Melayu, Festival Kuliner 10 Kampung. Kegiatan tersebut akan laksanakan pada 25 Oktober. Kemudian Parade Kapal Sungai Carang yang akan digelar pada 29 Oktober mendatang. Sebelum itu akan didahului dengan Orkestra Senja dan Sky Lantern.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar