Natuna Siap Berbagi dengan Anambas

730
Pesona Indonesia
Bupati Natuna, Hamid Rizal, ketika membuka Musda II PAN Anambas di Hotel Tropical Iin, Sabtu (27/8). foto:syahid/batampos
Bupati Natuna, Hamid Rizal, ketika membuka Musda II PAN Anambas di Hotel Tropical Iin, Sabtu (27/8). foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Bupati Natuna Hamid Rizal, mewacanakan pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Natuna dan Kabupaten Anambas akan disamakan, dengan porsi jadi 50:50. Saat ini pembagiannya memang 65 persen untuk pemerintahan Natuna dan sisanya 35 persen untuk pemerintah Anambas sebagai daerah pemekaran.

“Jika kita sepakat dalam memajukan dua wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga tentunya tidak ada masalah pembangian DBH itu 50:50, dan saya tegaskan siap membaginya demi kemajuan pulau tujuh,” kata Hamid, ketika membuka Musda II PAN Anambas di Hotel Tropical Iin, Sabtu (27/8).

Orang nomor satu Kabupaten Natuna itu menceritakan tentang pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) karena ingin kedua daerah dapat maju. “Kalau dua orang yang mengatur tentunya pembangunan akan lebih cepat,” ungkapnya lagi.

Saat ini, lanjut Hamid, sudah terjadi pemekaran Anambas kenapa mesti dibedakan, biarkan dua daerah sama-sama melaksanakan pembangunan, karena sama-sama berada di wilayah perbatasan dan gerbang negara Indonesia. “Kenapa mesti ada yang lebih besar,” tegasnya.

Hamid mengungkapkan dulu saat Natuna belum mekarkan Anambas, DBH Migas itu hanya mendapatkan Rp 600 miliar, namun setelah pemekaran Natuna mendapat lebih dari satu triliun, sedangkan Anambas juga mendapatkan bagian cukup besar. “Jika dikumpulkan itu hampir dua triliun, jauh lebih besar daripada sebelum dimekarkan, yang pastinya dana tersebut untuk pembangunan,” jelasnya.

Bahkan Hamid mengisahkan sejak periode perdana memimpin Natuna kala itu dirinya telah menyiapkan nak-anak yang berasal dari Siantan, Palmatak dan Letung untuk jadi PNS. Sebab ia sudah berpikir lima tahun kedepannya daerah tersebut menjadi kabupaten.”Dan ini sudah terjadi dan mereka yang telah diterima itu sudah siap kembali dan mengabdi di Anambas,” tukasnya.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar