NIK KTP Ivan, Pelaku Bom Bunuh Diri Pakai Petasan di Gereja Santo Yoseph Medan Tak Ditemukan

2163
Pesona Indonesia
KTP Ivan. Foto: istimewa
KTP Ivan. Foto: istimewa

batampos.co.id – Apa sebenarnya motif Ivan Armadi Hasugian, anak muda usia 18 tahun melakukan aksi layaknya bom bunuh diri dengan membawa pipa berisi bahan petasan yang ia nyalakan lalu menyerang Pastor Albert S Pandiangan yang hendak khotbah, Minggu pagi (28/8/2016)? Masih jadi misteri.

Meski polisi mengatakan kalau Ivan mengaku terinspirasi video pengeboman Paris, Prancis yang pernah ia tonton di internet, namun motif Ivan melakukan itu benar-benar masih misteri.

Namun bisa dipastikan Ivan tak terkait jaringan terorisme manapun atau kelompok tadikal yang menyebut dirinya ISIS. Pasalnya, dilihat dari cara dia beraksi sangat amatiran. bahan yang ia gunakan bukan bahan bom, melainkan bahan petasan, seperti yang dikatakan Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto.

“Iya, bukan bahan peledak bom, tapi petasan, makanya cuma keluar asap,” kata Mardiaz, Minggu (28/8/2016) malam.

Selain itu, ada sejumlah kejanggalan dari barang bukti yang ditemukan di TKP. Salah satunya Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan simbol ISIS. Jika pelaku profesional, maka tidak akan pernah meninggalkan identitas apapun.

Tak hanya itu, jika diplototi Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP Ivan bernomor: 1271212210980001, ternyata jika dicek secara online di website Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil, NIK itu tak terdaftar. Batampos.co.id sempat mencoba beberapa kali, tetap tidak ditemukan.

Jika diplototi lagi RT/RW di KTP Ivan, semuanya 000/000. Ini juga menjadi pertanyaan karena kebanyakan KTP itu jelas nomor RT/RW-nya. Meski begitu, Ivan memang benar warga Setia Budi Gang Sehati seperti yang tertera di KTP.

Ada dugaan KTP Ivan palsu. Namun hal ini dibantah oleh Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan. Meski NIK-nya tak ditemukan jika dicek secara online, namun setelah dilakukan pengecekan oleh Camat dan Sekcam identitas Ivan itu benar.

Di KTP juga tertera Ivan beragama Islam. Namun dalam Islam tak mengajarkan radikalisme sehingga aksi Ivan jauh dari yang disyariatkan Islam. Bahkan bertentangan dengan Syariat Islam.

Sebelumnya, pengamat dari Universitas Sumatera Utara, Shohibul Anshor Siregar, mengatakan Ivan tidak mungkin terkait ISIS maupun komunitas Islam lainnya.

“Terlalu amatiran jika itu dikaitkan dengan ISIS.  ISIS itu organisasi bentukan negara-negara besar yang saat ini berkuasa secara ekonomi dan politik serta budaya dunia. Saya jamin 100 persen ini tidak terkait dengan ISIS, apalagi komunitas Islam mana pun,” tegasnya kepada wartawan, Minggu (28/8/2016).

Shohibul mendesak kepolisian untuk bisa mengungkap  siapa yang diuntungkan dan yang dirugikan dalam peristiwa tersebut.  “Itu menjadi langkah awal untuk memetakan anatomi kasus ini,” jelas Shohibul.

Shohibul Anshor meyakini, dalang dari peristiwa tesebut berupaya untuk menciptakan isu perpecahan antarumat beragama di Medan.

Polisi sendiri hingga saat ini masih terus mendalami motif Ivan melakukan aksi itu. “Kita masih dalami,” ujar Kapolres Medan, Kombes Mardiaz.

Hal senada dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Nurfallah. “Saat ini pihaknya sedang menyelidiki motif yang dilakukan pelaku,” ujarnya di Medan, Senin (29/8/2016).

Pihaknya juga masih melakukan pengembangan, sedangkan barang bukti sudah dijinakkan oleh Den Gegana Tim Jibom.‬

‪”Fokus ini lebih ke percobaan pembunuhan, karena pelaku mengejar pastor. Belum bisa kita simpulkan, pelaku masih bungkam, korban satu orang pastor. Di dalam gereja tidak ada yang rusak,” tuturnya.‬

Hal senada diutarakan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting. Kata Rina, hingga kini pihaknya masih mendalami latar belakang perbuatan Ivan sehingga mencoba melakukan percobaan bom bunuh diri di Gereja Santo Yoseph.

Polda dan Polresta Medan, lanjut Rina, sedang melakukan pemeriksaan kepada pelaku.‬

‪”Tim gabungan antara Polresta Medan dengan Polda Sumut masih terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan kepada pelaku untuk mengetahui motif dan jaringan pelaku,” ujarnya.

Namun apapun motifnya, aksi Ivan itu tetap melanggar hukum, sehingga harus tetap diproses secara hukum sesuai pelanggaran yang dilakukan. (nur/ps/jpgrup)

Baca juga:
> Kata Kapolres Medan, Ivan Terpengaruh Video Bom Paris
> Ivan Dikenal Cerdas dan Ramah, Ayahnya Pengacara, Ibunya PNS
> Hasil Penggeledahan Rumah Ivan, Ditemukan Korek Api Kayu yang Pentolnya Telah Diambil
> Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Santo Yosep Medan Tak Profesional, Ungkap Dalangnya!
> Ransel Ivan, Pelaku Bom Bunuh Diri Gagal di Gereja Santo Yoseph Dimusnahkan
> Kesaksian Mahasiswi USU yang Sempat Sebangku Ivan, Pelaku Bom Bunuh Diri Gagal di Gereja Santo Yoseph Medan
> Pastor Albert Menghindar Sebelum Ivan Meledakkan Diri di Gereja Santo Yoseph Medan
> Polisi Geledah Rumah Ivan, Pelaku Bom Bunuh Diri Gagal di Gereja Santo Yoseph Medan
> Ini Pengakuan Terbaru Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Santo Yoseph Medan
> Dua Teman Pelaku Bom Bunuh Diri Gagal di Gereja Santo Yoseph Medan Masih Diburu
> Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Santos Yoseph Medan Diduga Dendam dengan Pastor Albert
> Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Medan Bernama Ivan, Mahasiswa Berusia 20 Tahun
> Mabes Polri: Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Medan Pemain Tunggal
> Bom Bunuh Diri di Gereja Medan, Terorisme atau Dendam? Ini Penjelasan Mabes Polri
> Duarrrr! Bom Bunuh Diri Meledak di Gereja St Yosep Medan

Respon Anda?

komentar