Rumah Sakit Soedarsono Darmosoewito Batam Resmi Beroperasi

1892
Pesona Indonesia
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, mengunjungi ruangan Rumah Sakit Soedarsono Darmosoewito saat grand opening, Sabtu (27/8). foto:humas pemprov
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, mengunjungi ruangan Rumah Sakit Soedarsono Darmosoewito saat grand opening, Sabtu (27/8). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, berharap Rumah Sakit Soedarsono Darmosoewito dapat memberi pelayanan yang maksimal bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Juga bisa bersaing dengan rumah sakit yang ada di luar negeri, baik dari segi pelayanan dan peralatan yang mendukung.

Hal ini disampaikan Gubernur Nurdin saat Grand Opening Rumah Sakit Soedarsono Darmosoewito di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Kota Batam, Sabtu (27/8) pagi.

Menurut Nurdin, kesehatan juga merupakan hak dasar bagi setiap masyarakat untuk menuju kesejahteraan. Hal ini tidak terlepas dari visi dan misi Provinsi Kepri yakni Bunda Tanah Melayu yang Berakhlak Mulia dan Unggul di Bidang Maritim.

“Semoga niat baik pemilik RS yang sudah peduli dengan membangun kesehatan dibalas Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Nurdin.

Hadir dalam peresmian itu Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan bersama isteri, anggota DPD RI Dapil Kepri Hardi S. Hood, Duta Besar Indonesia Untuk Singapura Ngurah Swajaya, Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Anggota DPRD Kepri Asmin Patros dan Sukri Fahrial, Walikota Batam Muhammad Rudi, Kepala BP Batam Hatanto Reskodipoetro, Ketua Dewan Pengurus Perkumpulan Budi Kemuliaan Batam Sri Sudarsono, Pembina Yayasan Citramas Batam Kris Wiluan serta Ilham Habibie dan dr Jan Van Den Berg berasal dari Belanda.

Kris Wiluan mengatakan didirikannya rumah sakit ini sebagai bentuk untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitar dan Kota Batam. Hal ini juga diperuntukkan guna melayani karyawan yang bekerja di Kawasan Kabil beserta keluarganya.

“Yayasan Citramas sudah mendatangkan dokter-dokter spesialis dari luar negeri untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada tenaga medis di RS Soedarsono Darmosoewito ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya juga kami ucapkan kepada para donatur yang sudah berkontribusi untuk pembangunan RS,” kata Kris.

Sementara Sri Soedarsono menegaskan rumah sakit ini juga akan melayani pasien kurang mampu di wilayah Kabil dan sekitarnya.
Sri berterima kasih karena Rumah Sakit ini juga tidak lepas dari campur tangan Kris Wiluan yang sudah mengumpulkan dana CSR guna pembangunan pelayanan kesehatan.

“Bantuan peralatan RS hampir 90 persen merupakan bantuan dari dr Jan Van Den Berg yang berasal dari Belanda,” kata Sri.(bni/bpos)

Respon Anda?

komentar