Cawabup Ini Kaget, KTPnya Ada Dalam Dukungan Calon Perseorangan

258
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkulu tengah menemukan banyak kejanggalan saat proses verifikasi faktual dukungan perseorangan.

Terbaru dan mengejutkan, adalah KTP Laina Naini yang merupakan pasangan bakal calon Wakil Bupati dari Muhammad Sabri, masuk dalam dukungan perseorangan salah satu calon independen.

Dikatakan Laina yang didampingi suaminya Amarin alias Marin, ketahuan KTP miliknya dijadikan dukungan calon kandidat lain, saat tim verifikator melakukan verifikasi faktual. Betapa terkejutnya saat beberapa petugas verifikasi menanyakan dukungannya.

“Saya sangat terkejut dan merasakan aneh. Masa saya mau maju malah dukung yang lain,” jelas Laina.

Justru dia berpikir dan bertanya-tanya, kapan dan siapa pelaku mengambil KTP-nya, sehingga dimasukkan ke dalam daftar dukungan calon lain. Mesti sudah memberikan hak jawab dan pertanyaan, Laina tetap mencari tahu siapa yang bermain di balik itu.

“Dari mulai menyerahkan dukungan ada yang tak mau jujur. Saya tetap mencari siapa oknum pemainnya,” kata Laina seperti diberitakan Rakyat Bengkulu (Jawa Pos Group) hari ini (30/8).

Menurut Laina, baik sebelum memutuskan terima tawaran menjadi pasangan M Sabri, dia tidak pernah membuat komitmen dengan pihak lain. Untuk itu dia meminta tim verifikasi tetap profesional untuk bekerja di lapangan.

“Saya tegaskan, semuanya wajib melaksanakan tugas dengan baik. Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan, harus objektif atas hasil vertual,” ujarnya.

Ditambahkan suaminya, Marin. Sangat banyak temuan di lapangan verifikasi faktual, yang mencatat beberapa warga di Rena Kandis tidak pernah memberi dukungan kepada salahsatu calon, akan tetapi dalam daftar verifikasi yang dilakukan PPS menemukan kejanggalan. “Dukungan ganda dan dukungan paslu ini cukup membuat repot. Bisa saja picu gejolak yang baru,” tegas Marin.

Divisi Teknis KPU Benteng, Sufirman, S.Ag, MH, tetap meminta semua tim verifikasi meningkatkan kerjasamanya dalam melakukan verifikasi. Berupaya objektif dan profesional, dengan sistem face to face, menanyakan kepada dukungan. “Tim PPS yang bekerja sebagai verifikasi, tetap saya harapkan bisa profesional. Jangan sampai ada gejolak tingkat desa,” tutur Firman.

Mengenai banyak pendukung yang mengklaim dukungan independen siluman, bagi Sufirman tetap menunggu hasil vertual. Karena saat ini semua tim masih melaksanakan tugas di masing-masing desa. “KPU intinya masih tetap menunggu rekapitulasi akhir tim verifikator. Soal ada temuan, belum bisa disimpulkan, karena hasilnya belum ada yang difinalkan,” tutupnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar