Cegah Persebaran Virus Zika di Kepri, Penumpang Wajib Isi Kartu Kewaspadaan Kesehatan

472
Pesona Indonesia
Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Surveillance di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Jufrihadi  menunjukkan contoh kartu kewaspadaan yang mulai digencarkan peredarannya pada pelayaran Singapura dan juga Malaysia yang masuk Kepri di hari ini, Selasa (30/8). foto:Faradilla/batampos
Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Surveillance di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Jufrihadi menunjukkan contoh kartu kewaspadaan yang mulai digencarkan peredarannya pada pelayaran Singapura dan juga Malaysia yang masuk Kepri di hari ini, Selasa (30/8). foto:Faradilla/batampos

batampos.co.id – Kabar yang menyebutkan bahwasanya lebih dari 40 orang di Singapura positif terinfeksi virus zika, ditanggapi dengan cepat oleh jajaran kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang. Terhitung mulai Selasa (30/8) pagi ini, setiap penumpang kapal dari Singapura wajib mengisi selembar kartu kewaspadaan kesehatan (Health Alert Card) sebelum masuk ke Indonesia.

Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Surveillance di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Jufrihadi menjelaskan, teknis pengisian kartu berwarna kuning ini sudah bisa dilakukan sejak penumpang masih berada dalam kapal.

“Mekanismenya, kapten kapal melalui ABK-nya membagikan kartu ini kepada para penumpang. Lalu mereka diminta mengisi data diri dan keterangan asal daerah,” terang Jufrihadi, Senin (29/8).

Bukan hanya itu saja, dalam kartu tersebut, penumpang juga diminta turut menyertakan segala jenis keluhan kesehatan yang mungkin saja dialaminya ketika berada di luar negeri.

“Ada satu lembar yang dapat diparuh lembarnya. Satu lembar untuk kantor karantina kesehatan selembar lagi dapat disimpan oleh penumpang yang bersangkutan,” terangnya lagi.

Hal semacam ini bukannya tanpa manfaat. Lebih lanjut Jufrihadi menjelaskan,
lembar yang tersimpan tersebut dapat diberikan kepada rumah sakit atau puskesmas jika nantinya dalam seminggu kemudian dirasakan gangguan kesehatan yang menjurus kepada indikasi infeksi gejala-gejala virus zika.

Tidak sekadar itu saja yang dilakukan. Fasilitas KKP Sri Bintan Pura, sambung Jufrihadi, juga mendukung untuk mencegah persebaran virus zika. Melalui sebuah alat pemindai panas tubuh (thermo-scan), dapat dideteksi suhu badan seorang penumpang. Ketika ada penumpang kedapatan bersuhu badan lebih dari 38 derajat celcius, teknologi tersebut bakal memberikan tanda.

“Sehingga penumpang tersebut akan diwawancarai mengenai tempat tinggal dan juga rekam jejak perjalanan pada beberapa hari belakangan. Setelahnya akan diidentifikasi oleh dokter pelabuhan. Jika mengarah pada kecurigaan zika, selanjutnya penumpang tersebut akan dibawa ke rumah sakit rujukan untuk mendapatkan perawatan,” ujar Jufrihadi. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar