Dianggap Sudah Salah Arah, PP Muhammadiyah Gugat UU Pengampunan Pajak

509
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Tagar #TolakBayarPajak di twitter terus menggema penerapan UU Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) dinilai sudah keluar dari tujuan awal.

Tujuan awalnya menarik dana WNI yang diparkir di luar negeri ke dalam negeri yang selama ini tak membayar pajak, dengan memberikan pengampunan pajak.

Namun belakangan, tax amnesty ini juga menyasar masyarakat dalam negeri sehingga terkesan masyarakat dalam negeri tak ada bedanya dengan yang diluar negeri. Sama-sama “penggemplang” pajak.

Nah, perlawanan terhadap program tax amnesty yang belakangan lebih banyak menyasar warga kelas menengah bawah ketimbang pengusaha kakap, makin menguat. Pengurus Pusat Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi massa besar, akan menggugat UU Pengampunan Pajak ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut PP Muhamamdiyah, ada beberapa alasan untuk menggugat tax amnesty ini. Pertama, melencengnya tujuan awal tax amnesty.

“Kebijakan ini melenceng dari tujuan, dan akan membebani masyarakat,” kata Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Syaiful Bahri, Senin (29/8/2016).

PP Muhammadiyah menilai, tujuan tax amnesty adalah memberikan pengampunan ke para konglomerat yang memarkirkan dananya di luar negeri agar dapat dikembalikan ke dalam negeri.

“Kenyataanya, aturan ini meluas hingga rakyat biasa juga diwajibkan ikut program ini. Jika tidak ikut, kena sanksi,” katanya.

Padahal, rakyat tak punya kesalahan seperti yang dilakukan oleh para pengusaha yang menaruh dananya di luar negeri. Dengan begitu, aturan itu menyamakan rakyat dengan para konglomerat yang menghindari pajak.

Kedua, pembahasan UU Pengampunan Pajak tidak transparan, karena dilakukan dengan cepat dan tanpa naskah akademik.

Rencana gugatan ini merupakan hasil rapat kerja nasional Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, akhir pekan kemarin. Selanjutnya, kajian ini akan diserahkan ke Pimpinan Pusat untuk diputuskan bulan September  2016 ini. (jpgrup)

Respon Anda?

komentar