Investor Tergoda Kemolekan Mensanak

1201
Pesona Indonesia
Desa Mensanak. foto:hasbi/batampos
Desa Mensanak. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Kemolekan alam Desa Mensanak, Kecamatan Senayang, Lingga, membuat investor tertarik untuk mengembangkan pariwisata di sana. Hal tersebut dibenarkan Kepala Desa Mensanak, Mansur.

Disampaikan Masur, pada bulan September mendatang, investor akan segera melakukan survei ke lokasi. “Mereka (Investor) sudah bertemu dengan Bupati Lingga. Rencananya awal bulan September ini mereka akan survei lokasi,” ungkap Mansur, Senin (29/8).

Awalnya, kata Mansur, Desa Mensanak disiapkan sebagai lahan potensial untuk dibangun tambak garam. Namun dari foto-foto yang dikirimkan, investor melihat potensi pariwisata begitu menjajikan untuk dikembangkan. Terlebih lagi, kata Mansur, memang daerah Mensanak dengan pantai putih diujung tanjung sebelah timur menawarkan panorama matahari terbit yang menarik. Selain itu juga, lokasi ini menjadi titik labuh jangkar wisawan perahu layar atau yatch.

“Investor melihat potensi wisata yang begitu besar,” katanya.

Disampaikan Mansur, untuk pengembangan pariwisata pihaknya sangat mendukung. Hal ini akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat maupun menyerap tenaga kerja.

Lokasi yang bersebelahan dengan Desa Benan, juga menjadi keunggulan Pulau Mensanak. Jarak tempuh dari Batam maupun Tanjungpinang dapat ditembus dengan waktu kurang dari 1 jam. Mensanak dikatakannya memiliki kearifan lokal masyarakat nelayan, potensi karang wisata bawah laut serta ombak yang cukup besar saat musim tertentu yang bisa dikembangkan untuk olahraga surfing.

“Kami lebih menyukai kalau investor membangun pariwisata di desa kami. Daya serap tenaga kerja serta dampak ekonomi masyarakat setempat akan lebih baik,” tuturnya.

Dengan begitu, infrastuktur Desa Mensanak juga akan dapat dibenahi. Baik penunjang investasi seperti listrik, air, juga transportasi yang belum terbuka.

“Kalau mau bangun turbin angin pembangkit listrik cukup mudah, pulau kami tak terlindungi oleh pulau lain. Untuk debit airnya juga lebih banyak dibanding Pulau Benan,” terangnya.

Hanya saja, mengenai konsep investasi nanti Mansur berharap pemerintah bisa menjembatani antara investor dan masyarakat. Kepemilikan tanah tetap jadi hak masyarakat dengan investasi dan jangka waktu panjang yang diberikan kepada investor agar hak-hak masyarakat tidak hilang begitu saja.

“Kalau lahan tidak jadi masalah, hanya kami berharap, konsep investasinya bermitra dengan masyarakat dan merangkul lembaga usaha daerah ataupun desa,” ujarnya.

Dengan adanya pola investasi yang sehat, kepemilikan tanah oleh masyarakat akan pariwisata yang lebih baik. Ia berharap, adanya wacana dibukanya investasi dibidang pariwisata membuka kemudahan transportasi Desa Mensanak tersebut. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar