Kabut Asap di Natuna Kian Tebal

373
Pesona Indonesia
Lahan perkebunan warga terbakar. Sejak dua pekan terakhir  setiap hari terjadi kebakaran lahan dan hutan di Natuna. foto: aulia rahman/batampos
Lahan perkebunan warga terbakar.  foto: aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Kabut asap di Natuna kian tebal sejak beberapa hari terakhir, bahkan hingga Senin (29/8). Meski demikian belum mengganggu penerbangan karena kabut pekat.

Kabut asap menyelimuti pulau Natuna terlihat tebal pada pagi hari dan sore, dan bau asap kian menyengat. Dikawatirkan kabutnya berkepanjangan.

Menurut Perakirawan BMKG Ranai, Asrul Safarudin, kabut asap saat ini disebabkan asap kiriman dari pulau Sumatera dan kebakaran lokal.

“Kalau dilihat arah angin saat ini, dari Selatan ke Barat daya bisa jadi penyebaran kabut asap dari arah sumatera, Karena kalau dipantau, hampir seluruh wilayah Kepri udara sedikit kabur,” kata Asrul.

Penyebab lainnya, sambung Asrul, terjadinya kebakaran belakangan ini di Natuna membentuk kabut asap lokal di wilayah Natuna, karena pergerakan angin sedikit melambat beberapa hari ini.

“Kejadian kebakaran lokal memperparah kabut asap sekarang. Ditambah asap kiriman,” ujar Asrul.

Kabut Asap yang menyeliputi udara Natuna saat ini sudah menimbulkan kekawatiran warga. Pasalnya musibah kabut asap sebelumnya menyisakan duka bagi orangtua. Salah satunya Leni, 28, harus merelakan anaknya meinggal karena sesak nafas. Leni mengaku, cuaca kabut asap, ia kembali teringat dampak yang akan terjadi pada anak-anak.

“Anak saya baru usia 4 tahun, tiba-tiba demam dan sesak nafas. Dokter mendiagnosa terjadi kerusakan pada paru-paru karena hirup udara penuh asap,” tutur Leni mengenang.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar