Kader Demokrat Pertanyakan Etika Politik Rudi yang Loncat ke Nasdem

1282
Pesona Indonesia
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kepri, Husnizar Hood yang berasal dari Partai Demokrat. foto:dok
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kepri, Husnizar Hood yang berasal dari Partai Demokrat. foto:dok

batampos.co.id -Diusung Partai Demokrat pada Pilwako 2015 lalu, Rudi sukses melenggang menjadi Wali Kota Batam. Namun belum setahun menjabat, Rudi menceraikan Demokrat dan memilih loncat ke Partai Nasdem.

BACA: Ini Alasan Rudi Loncat Partai dari Demokrat ke Nasdem

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Kepulauan Riau memang tidak mau pusing dengan keputusan Rudi menyeberang ke Nasdem. Hanya saja, kader Demokrat mempertanyakan etika politik Rudi.

“Seharusnya ada komunikasi terlebih dahulu dengan kader Demokrat sebelum ia mengambil keputusan itu,” ujar Sekretaris DPD Demokrat Kepri, Husnizar Hood, seperti diberitakan koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Selasa (30/8/2016).

Tidak ada angin. Tidak ada ribut. Tiba-tiba hujan. Begini bahasa Husnizar menjelaskan perpindahan Rudi dari partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono ini ke partai bentukan Surya Paloh.

“Tapi ini hanya soal etika saja. Apalagi di negeri Melayu, yang mengajarkan kita harus datang nampak hidung, pulang nampak punggung,” kata Husnizar.

Baca Juga: Dari Demokrat Rudi Loncat ke Nasdem

Akan tetapi Husnizar mengaku tidak terlalu kaget dengan sikap politik Rudi itu. “Karena gejalanya sudah kami baca juga. Dulu Pak Rudi juga bukan kader Partai Demokrat,” katanya.

Perpindahan kader partai politik ke partai lain, sambung Husnizar, memang sebuah dinamika politik. Sehingga tidak ada rasa-rasanya sampai terpikir oleh jajaran DPD Demokrat Kepri, bahwasanya mereka sedang digembosi atau mengalami kerugian atas hengkangnya Rudi.

“Dalam berpartai dan berpolitik itu tergantung keteguhan hati pribadi masing-masing. Istiqomahnya kader untuk mengabdi dan membesarkan partai. Jangankan partai, agama saja orang pindah, suami-isteri saja berpaling cinta. Kata orang Melayu, anak sungai lagi berubah, ini kan pula hati orang,” kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kepri ini.

Soal perpecahan dalam lingkaran internal, Husnizar juga menampiknya. “DPP memang melakukan pembenahan se-Indonesia,” katanya.

Namun tetap saja keputusan Rudi mesti dikonsultasikan ke DPP Demokrat. Husnizar menyergah, bukan sebagai sebuah penyesalan atau kerugian atas hengkangnya Rudi, melainkan untuk melanjutkan kaderisasi dan kegayengan DPC Demokrat Batam.

“Saya pikir akan ada Plt yang bisa ditunjuk. Bisa dari DPP atau DPD. Lihat saja nanti,” katanya. (muf)

Respon Anda?

komentar