Maraknya Pencabulan Anak Oleh Orang Terdekat, MUI Himbau Keluarga Perdalam Agama

542
Pesona Indonesia
Umat Islam di Cina saat melaksanakan ibadah. Foto: AFP
ilustrasi. Foto: AFP

batampos.co.id – Semakin maraknya pelecehan seksual hingga kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang terdekat seperti, ayah kandung, ayah tiri, hingga paman kepada keponakannya, membuat publik semakin miris.

Pemberitaan menyayat hati ini, membuat banyak orang tidak habis pikir, kejahatan itu malah datang dari orang terdekat.

Ketua Majelis Ulama Indonesi (MUI) Kota Batam, Usman Ahmad mengatakan saat ini sudah terjadi pengikisan moral, sehingga orang tidak pandang lagi kepada siapa kejahatan itu dilakukan.

“Sudah luntur, seperti tidak bertuhan,” kata dia.

Orang terdekat harusnya bisa menjadi pelindung ketika diri merasa terancam, bisa menjadi pemberi semangat, dan bisa mengingatkan ketika salah.

Berbagai faktor menjadi penyebab terjadinya kasus kekerasan pada anak seperti, pengaruh lingkungan, pengaruh media internet, dan yang paling penting adalah prilaku hidup yang tidak dilandaskan dengan kedekatan kepada tuhan.

Rumah, lanjutnya bisa menjadi tempat belajar, dimana pendidikan keluarga itu diajarkan seperti hak dan tanggung jawab anggota keluarga. Selain itu saat ini, semakin berkurangnya rasa memiliki dan melindungi diantara keluarga.

Saat ini anak merasa terancam jiwanya bukan hanya dari luar, keluarga malah menjadi ancaman yang paling menakutkan.

“Bayangkan saja, jika pelakunya adalah orang terdekat, sangat miris, dan menyedihkan. Belum lagi pandangan lingkungan luar,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada seluruh keluarga untuk mengajarkan nilai agama di lingkungan keluarga, menjalankan ibadah, dan selalu betaqwa.

Hal ini diharapkan bisa mengantisipasi terjadinya kasus kejahatan dalam keluarga. Selain itu orangtua berkewajiban memberikan pendidikan mengenai seks.

“Ini sangat penting, ajarkan sesuai usia mereka, biar mereka bisa mawas diri, termasuk di lingkungan pertemanannya. Mereka bisa menjaga diri, dan menghindar ataupun lari jika berhadapan dengan situasi tersebut,” sebutnya.

Dia juga meminta kepada lembaga pendidikan untuk turut berperan dalam memberikan pendalaman keagamaan kepada siswa.

“Mereka yang menjadi korban kan kebanyakan berada di lingkungan sekolah, jadi sudah seharusnya melalui pendidikan agama kita bisa membekali mereka,” ungkapnya.

Dia berharap kedepan kejadian ini tidak terjadi lagi, anak sudah seharusnya mendapat perlindungan. Keluarga yang berlandaskan agama diharapkan menjadikan keluarga memiliki moral kuat dan beriman. (cr17)

Respon Anda?

komentar