Mengenal Virus Zika

468
Pesona Indonesia
Waspadai virus Zika
Waspadai virus Zika

batampos.co.id – Virus zika merupakan sejenis virus yang menjangkit manusia dan disebarkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypty. Sifatnya yang menular juga dapat menjangkit ibu hamil kepada bayinya selama masa kehamilan, masa inkubasi, selama dua sampai tujuh hari setelah digigit nyamuk yang terinfeksi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana membenarkan penjelasan tersebut. Karena itu, satu hal yang paling mendasar yang bisa dilakukan adalah memberantas persebaran nyamuk sebagai pembawa virus zika.

“Yang paling mendasar ialah gerakan masyarakat untuk melakukan 3M (menguras, menutup, mengubur). Bagaimanapun juga virus zika ini kalau tidak ada aides aegypti sebagai penular penyakit tersebut, itu tidak akan menularkan kepada orang-orang di sekitar kita. 3M ini sangat penting,” tegas Tjetjep.

Prinsip pencegahan penyebaran virus zika, sambung Tjetjep, nyaris sama halnya dengan antisipasi pada wabah demam berdarah dengue (DBD). Hanya saja, virus zika yang menjangkiti ibu hamil bisa berdampak amat buruk lantaran dapat menyebabkan cacat otak si janin. “Ini yang menyebabkan kepalanya mengecil. Itu yang membedakan Zika dan DBD,” terangnya.

Gejala umumnya pun nyaris sama. Bisa ditandai dengan kepala dan punggung yang berkelanjutan. Lalu rasa nyeri di belakang mata. Kemudian menurunnya stamina seseorang yang bikin mudah lelah. Umumnya gejala ini bersifat ringan dan bisa berlangsung hingga seminggu lamanya.

Karena belum ada vaksin atau obat tertentu yang dapat menyembuhkan virus zika, Tjetjep mengajak seluruh warga Kepri berpola hidup sehat. Dengan istirahat yang cukup dan minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

Rencananya, Dinas Kesehatan Kepri bakal memimpin rapat koordinasi bersama dengan dinas kesehatan yang ada di tujuh kabupaten/kota. Rapat ini juga bakal ikut mengundang perwakilan dari pengelola pintu-pintu masuk internasional yang ada.

“Sekaligus ingin melakukan sosialisasi terus-menerus agar masyarakat lebih banyak tahu tentang zika. Untuk itu, kami bahkan telah mengimbau melalui selebaran-selebaran yang edar juga di puskesmas dan klinik,” pungkas Tjetjep. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar