Pecandu Semakin Sadar, Jumlah Pasien Napza di RSUD Embung Fatimah Meningkat 75 Persen

296
Pesona Indonesia

rehabilitasi-1024x480 (1)batampos.co.id – Melalui pelayanan Narkoba Pisikotropika Zat Adiktif (Napza) di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF), saat ini jumlah angka kunjungan Pasien Napza meningkat sebanyak 75 persen.

Dibandingkan tahun lalu, sejak berdiri di RSUD pada 2014. Awalnya jumlah kunjugan pasien hanya sebanyak 25 orang.

“Berarti tingkat kesadaran masyarakat sudah tumbuh untuk hidup sehat,” ujar Koordinator PTRM dan Napza RSUD EF, dr Zalmah, Senin (29/8).

Pelayanan Napza ini hanya satu-satunya di Kepri dan Riau berada di RSUD Batam. Napza ini untuk pasien yang memiliki ketergantungan atas obat-obat terlarang, seperti kecanduan sabu-sabu, ektasi, alkohol dan obat penenang lainnya.

“Di RSUD untuk pasien melakukan pemeriksan tidak dikenakan biaya apapun baik konsling, trapi dan tes urine.” ucap Zalmah.

Lanjut Zalmah, selain pelayanan Napsa di RSUD juga ada pelayanan Progran Terapi Rumah Metadon (PTRM) untuk kasus Heroin (putaw) sudah ada sejak 2010.

Untuk kasus Metadon jumlah kunjungan pasiennya hanya sebanyak 25 persen se Kepri itu dihitung dari jumlah kunjungan awal.

“Ada yang meninggal dan ada yang pindah barang Narkoba lain. Karena barang (Heroin) susah di cari di Batam saat ini,” ungkap Zalmah.

Kata Zalmah, hal itu dikarenakan banyak pengguna narkoba sudah tidak malu lagi untuk datang kunsultasi. “Pasien Metadon beda pemeriksaanya,” pungkasnya.

Untuk pecandu bisa rawat jalan. Jika tingkat kecanduannya berat dianggap oleh dokter harus dirawat inap dirujuk dan di rehab Badan Narkotikan Nasional (BNN).(cr14)

Respon Anda?

komentar