Pelaku Teror Gereja Medan Belajar Bikin Bom dari Internet

279
Pesona Indonesia
Ivan Hasugian, pelaku bopm bunuh diri gagal di Gereja Santo Yoseph Medan, Minggu (28/8/2016). Foto: sumutpos.co
Ivan Hasugian, pelaku bopm bunuh diri gagal di Gereja Santo Yoseph Medan, Minggu (28/8/2016). Foto: sumutpos.co

batampos.co.id – Percobaan bom bunuh diri oleh Ivan Armadi Hasugian Minggu lalu (28/8) tidak memakan korban jiwa. Namun, kejadian di Medan itu patut membuat kita miris.

Pasalnya, Ivan berani menjadi “pengantin” bom bunuh diri hanya secara otodidak melalui browsing di internet. Tidak ada hubungan sedikit pun antara dia dan jaringan terorisme.

“Kasus Ivan adalah yang pertama di Indonesia. Seseorang belajar terorisme secara otodidak melalui internet,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius kepada Jawa Pos kemarin (29/8). “Semua orang bisa menjadi seperti Ivan. Kita semua harus waspada,” lanjutnya,

Ivan berusaha melakukan aksi bom bunuh diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Minggu lalu (28/8)

Namun, bom yang dia bawa tidak meledak. Hanya mengeluarkan percikan yang mirip dengan kembang api. Dia lantas menyerang Albert dengan pisau. Aksi itu dihentikan para jemaat. Mereka berhasil melumpuhkan Ivan.

Dari pemeriksaan Ivan selama sehari di Polda Sumut, didapati temuan yang mencengangkan itu. Seorang anak berusia 17 tahun 10 bulan seperti Ivan terbaiat menjadi teroris hanya dari browsing internet. Mulai doktrinasi, cara beroperasi, hingga cara membuat bom, semuanya dipelajari dari internet. Tidak ada seorang pun yang mengajarinya.

Awalnya, Ivan mendapat akses internet dari warung internet milik kakaknya. Dia lantas memperoleh informasi soal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Dari informasi itu, dia kagum kepada pemimpin ISIS Abu Bakr Al Baghdadi. “Makanya, ada simbol bendera ISIS yang dibuat sendiri,” ungkap Suhardi.

Cara membuat bom pun didapatkan Ivan dari internet. Suhardi menyebutkan, sejumlah situs mengajarkan perbuatan berbahaya itu. Bahan-bahan yang ditemukan di kamar Ivan identik dengan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bom seperti yang diajarkan di internet.

“Kami sudah menelusuri situs apa saja yang dikonsumsinya,” imbuh mantan Kabareskrim itu. (jpg)

Respon Anda?

komentar