Pemusnahan Obat Kedaluarsa Dibatalkan

561
Pesona Indonesia
Satu unit mobil pick up dan 1 truck bermuatan kardus penuh obat yang  dibawa ke Dabo Singkep. foto:hasbi/batampos
Satu unit mobil pick up dan 1 truck bermuatan kardus penuh obat yang dibawa ke Dabo Singkep. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Staf Khusus Bupati Lingga, Rudi Purwonugroho, menyayangkan batalnya pemusnahan obat kedaluarsa dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo, Rumah Sakit Lapangan (RSL) Daik, dan sentra pelayanan kesehatan dibawah naungan Pemkab Lingga, yang dijadwalkan, Senin (29/8). Gagalnya permusnahan obat ini, disebabkan tidak setujunya Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Lingga, Junaidi Adjam atas prosedur pemusnahan yang akan dilakukan Dinkes Lingga.

“Tentu saya kecewa dengan dibatalkannya pemusnahan obat yang telah direncanakan. Banyak efek negatif yang akan muncul bila pemusnahan obat kedaluarsa ini ditunda-tunda,” kata Rudi.

Kepala BLH Lingga termasuk dalam tim pemusnahan obat kedaluarsa, merasa pemusnahan obat yang akan dilakukan tidak sesuai dengan surat edaran Bapelda No 4 Tahun 1995 dan PP No 101 Tahun 2014. Sementara Dinkes Lingga, mengacu pada Permenkes Nomor 35 Tahun 2014.

“Garis besarnya BLH tidak setuju kalau pemusnahan obat dilakukan dengan cara dibakar karena merusak lingkungan dan termasuk limbah B3,” kata Rudi.

Tidak bermaksud mendukung siapapun, menurut Rudi, banyak efek negatif jika, pemusnahan obat tidak dilakukan. Secara adminsitrasi keuangan obat-obat kedaluarsa, bila tidak segera dimusnahkan dapat menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan. Efek lainnya, dikuatirkan obat yang sudah kadaluarsa ini digunakan kembali oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Seandainya memang ada aturan Bapelda dilanggar hanya mendapatkan sanksi administrasi. Mana yang lebih besar resikonya,” kata Rudi bertanya.

Rudi berharap Bupati Lingga, segera menanggapi terkait pemusnagan obat kedaluarsa ini. “Kalau dibiarkan terbengkalai, akan menjadi beban tersendiri bagi pemerintah daerah dan masyarakat,” kata Rudi. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar