Rohul Terpapar Asap Paling Parah, Dinas Pendidikan Terpaksa Liburkan Sekolah

363
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau semakin meluas. Asap yang menyelimuti sejumlah daerah juga bertambah tebal. Kabupaten Rokan Hulu, Rohil, Dumai, Duri, merupakan daerah-daerah yang paling parah terpapar asap saat ini.

Bahkan di Rokan Hulu, Minggu (28/8), sekitar 3.000 warganya terpaksa diungsikan karena tebalnya asap. Namun kondisinya bertambah parah, sehingga Dinas Pendidikan (Disdik) dan Olahraga Kabupaten Rokan Hulu terpaksa meliburkan sekolah-sekolah yang berada di sekitar Desa Bonai dan Desa Kasang Padang Kecamatan Bonai Darussalam.

Sejauh ini, ada 7 (tujuh) sekolah baik jenjang SD, SMP swasta dan negeri di dua desa ini yang diliburkan. Masing-masing, Sekolah Dasar Swasta Kasang Lapik Desa Bonai berdekatan dengan perusahaan, SDN 004 Bonai, SDN 007 Bonai, SDS Tanjung Paud Desa Bonai, SMPN 5 Desa Bonai. Kemudian SDN 005 Kasang Padang, SDS Kosmar Desa Kasang Padang.

Asap tebal di picu akibat adanya kebakaran lahan perkebunan kelapa sawit milik perusahaan dan masyarakat di dua desa Kecamatan Bonai Darussalam. Diliburkannya anak didik disekolah tersebut, merupakan kebijakan Kepala UPTD Kecamatan Bonai Darussalam yang telah berkoordinasi dengan Plt Kepala Disdikpora Rohul H Zulkifli SPd MSi.

‘’Kita serahkan kepada Kepala UPTD Kecamatan Bonai Darussalam, dalam mengambil kebijakan untuk meliburkan anak sekolah. Bila kondisi kabut asap tebal dan bisa berdampak pada kesehatan anak didik disekolah, lakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah yang ada di Kecamatan Bonai Darussalam dalam meliburkan anak sekolah,’’ ungkap Plt Kepala Disdikpora Rohul H Zulkifli seperti diberitakan Riau Pos (Jawa Pos Group) hari ini (30/8).

Alasan Disdikpora Rohul menyerahkan libur anak sekolah kepada UPTD Kecamatan Bonai Darussalam, lanjutnya, karena Kepala UPTD lebih mengetahui secara pasti kondisi kabut asap dilapangan.

‘’Jadi untuk meliburkan anak didik di sekolah, kita serahkan ke UPTD. Tentunya harus membuat surat edaran ke masing-masing sekolah, dengan mempedomani libur sekolah pada saat terjadinya kabut asap tahun 2015 lalu,’’ tuturnya.(jpg)

Respon Anda?

komentar