Satu Titik Api Ditemukan di Batam

246
Pesona Indonesia
WATER BOOMING : Helikopter waterbooming berupaya memadamkan api di lahan yang diduga dibakar di Jalan Riau ujung, Kecamatan Payung Sekaki, Kelurahan air Hitam Pekanbaru. Rabu (10/8/2016). Foto : ARIEF BUDI KUSUMA/RIAU POS
WATER BOOMING : Helikopter waterbooming berupaya memadamkan api di lahan yang diduga dibakar di Jalan Riau ujung, Kecamatan Payung Sekaki, Kelurahan air Hitam Pekanbaru. Rabu (10/8/2016). Foto : ARIEF BUDI KUSUMA/RIAU POS

batampos.co.id – Sebaran asap di bagian barat Provinsi Riau, dari Citra Satelit Himawari BMKG saat ini terpantau cukup pekat. Hal ini mengindikasikan adanya area kebakaran lahan yang cukup luas. Sedangkan di Provinsi Kepri, saat ini terdapat satu titik hotspot (panas) di Kota Batam.

Kepala BMKG Tanjungpinang, Dhira Utama mengatakan titik hotspot di Kota Batam terpantau berada di wilayah Sei Beduk (104.03 BT dan 1.0 LU) dengan titik kepercayaan 51 persen.

“Dengan adanya daerah belokan angin serta dominasi angin yang berhembus menuju arah timur maka diindikasikan sebaran asap akan berpotensi terus mengarah ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,”ujar Dhira, Senin (29/8).

Dikatakan Dhira, daerah yang terindikasi memiliki potensi sangat mudah untuk terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang perlu diwaspadai wilayah Sumatera bagian Barat diantaranya Riau, Sumatera Utara, Jambi, Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu dan sebagian Sumatera Selatan. Sedangkan untuk Kepri saat ini masih perlu di waspadai terjadi Karhutla.

“Selain itu propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah juga cenderung mengalami peningkatan potensi kebakaran dalam beberapa hari kedepan. Tingkat pengendalian kebakaran hutan dan lahan pada tingkat sulit hingga sangat sulit terutama dalam lima hari kedepan,” kata Dhira.

Memantau kondisi dinamika atmosfer, lanjut Dhira, BMKG menghimbau kepada seluruh instansi terkait untuk meningkatakan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kebakaran hutan dan lahan.

“Masyarakat dihimbau agar tidak melakukan aktifitas pembakaran lahan serta bagi masyarakat yang wilayahnya telah tercemari polusi asap agar dapat mengantisipasi dampaknya dengan menggunakan masker dan menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah terserang penyakit,” ucapnya.

Sementara, sebut Dhira, tinggi gelombang di perairan Bintan dan Anambas mencapai 0,5 meter sampai 1.0 meter juga perlu di waspadai nelayan dan juga pengelola transportasi laut di kepri.

“Untuk kondisi angin bertiup dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 05-33 kilometer perjam dan suhu antara 23-32 derajat celcius serta kelembaban udara 66-96 persen.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar