Hanya 15 Pompong Penyengat Kantongi Surat Keterangan Kecakapan

1653
Pesona Indonesia
Warga menaiki pompong menuju pulau Penyengat di Dermaga Penyengat Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Penumpang boleh menolak jika pompong melebihi muatan. F.Yusnadi/Batam Pos
Warga menaiki pompong menuju pulau Penyengat di Dermaga Penyengat Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Penumpang boleh menolak jika pompong melebihi muatan. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Tanjungpinang memastikan adanya perbaikan kualitas pelayanan transportasi laut setelah insiden maut kecelakaan pompong Penyengat, beberapa waktu lalu. Yang paling awal dilakukan adalah pendataan standarisasi kelayakan pompong yang masih beroperasi hingga hari ini.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono menyampaikan, pendataan mutakhir yang dilakukan pihaknya mencatat, hanya 15 dari 75 pompong yang beroperasi dari dan ke Penyengat yang mengantongi Surat Keterangan Kecakapan (SKK) dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang.

Sebab itu, dalan waktu dekat Riono menjelaskan Pemko Tanjungpinang dan KSOP Tanjungpinang bakal terus menggesa agar 60 pompong lainnya dapat ikut memenuhi standarisasi yang telah ditetapkan. Hal ini demi menjamin keselamatan bersama.

“Jadi dalam pendataan standarisasi transportasi laut tersebut, bagi pompong yang tidak dan belum laik, tidak akan diberikan izin mengangkut penumpang. Namun apabila membandel akan diberikan sanksi,” ungkap Riono.

Selain melakukan pendataan standarisasi kelaikan dan keselamatan, pemerintah juga segera melakukan peningkatan sarana dan prasaranan di setiap pelabuhan transportasi laut rakyat.

“Perumusan peraturan mengenai pompong ini, akan dilakukan bersama KSOP. Nanti juga ada standarisasi perlengkapan kesemalatan, seperti pelampung dan jaket apung. Ukuran pompong dan kapasitas mesin menentukan jumlah kapasitas angkut penumpang,” jelas Riono.

Dikatakan Riono, pendataan tersebut diminta selesai sebelum digelarnya kegiatan Sail Karimata dan Festival Bahari Kepri (FBK) di Kota Tanjungpinang pada Oktober mendatang. Hal tersebut, karena antusiasme masyarakat ke Pulau Penyengat sangat besar terlebih dengan adanya kegiatan pariwisata semacam itu.

“Kami juga berharap, tidak hanya penambang pompong saja yang mau berbenah. Namun prilaku masyarakat juga harus berubah, selalu menggunakan life jacket ketika menyebrang menggunakan pompong,” ucap Riono.

Sementara itu, Petugas Bidang Keselamatan Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Tanjungpinang, Habib menyampaikan bahwa saat ini pihaknya bersama KSOP Tanjungpinang sedang melakukan pendataan standarisasi pompong di Tanjungpinang.

“Kami melakukan pendataan kepada pompong penambang saja di tiga daerah yakni Penyengat, Senggarang dan Kampung Bugis. Pendataan ini, sekaligus melakukan uji kelaikan pompong yang sudah beroperasi di perairan Tanjungpinang,” ujarnya singkat. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar