Ajak Anak Umur 13 Tahun Indehoy, Pria Ini Dihukum Penjara 6 Tahun

571
Pesona Indonesia
Terdakwa Dani Agus Latif berkonsultasi dengan penasehat hukumnya usai mendengarkan vonis yang dibacakan majelis hakim. Foto: Osias De/Batampos
Terdakwa Dani Agus Latif berkonsultasi dengan penasehat hukumnya usai mendengarkan vonis yang dibacakan majelis hakim. Foto: Osias De/Batampos

batampos.co.id – Dani Agus Latif (22), terdakwa kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur sebut saja Bunga (13), yang dilakukan sebanyak dua kali di salah satu penginapan di Tanjungpinang, harus mendekam selama enam tahun penjara.

Hukuman penjara tersebut di bacakan ketua majelis hakim, Windi Ratna Sari yang didampingi dua hakim anggota Purwanigsih dan Corpioner, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (30/8).

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana setiap orang dilarang dengan sengaja melakukan atau membujuk melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain sebagaimana dalam Pasal 81 Ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Untuk itu majelis hakim menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama enam tahun dan denda Rp 1 miliar. Jika tidak dapat membayar denda dapat digantikan dengan hukuman tiga bulan penjara,” ujar hakim.

Sebelum menjatuhkan vonis, majelis hakim dengan pertimbangan dan fakta didalam persidangan. Dimana hal yang memberatkan perbuatan terdakwa yang merusak masa depan anak yang masih di bawah umur. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa belum pernah di hukum.

Hukuman vonis yang dijatuhi majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gustian Juanda Putra, yang menuntut terdakwa agar dihukum tujuh tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsidi tiga bulan penjara.

Atas putusan enam tahun penjara yang diberikan majelis hakim tersebut terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya dan juga JPU menyatakan menerima.

Dalam sidang sebelumnya terungkap, perbuatan cabul terdakwa terhadap korban berawal pada saat korban sedang menunggu jemputan. Ketika menunggu terdakwa melintas dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat di Jalan Basuki Rahmat, Minggu (10/4) sekitar pukul 02.00 WIB.

Pada saat itu, korban ingin minta diantar kerumahnya, tetapi ditengah perjalan terdakwa malah membawa korban ke kamar 403 yang berada di lantai 4 Wisma Sentosa di Jalan Tambak Kota Tanjungpinang. Didalam kamar tersebutlah korban dicabuli oleh terdakwa.

Sedangkan perbuatan yang kedua kalinya terjadi pada Selasa (12/4) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu terdakwa berdalih akan mengajak korban untuk jalan-jalan. Akan tetapi korban malah diajak ke Wisma Pesona yang kemudian terdakwa mengulangi perbuatan tak senonoh tersebut.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar