Alat Scan Rusak, Penumpang Asal Singapura Diperiksa Secara Manual

672
Pesona Indonesia
Petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjungbalai Karimun melakukan pemeriksaan di Pelabuhan Internasional terhadap para penumpang yang baru datang dari Singapura dalam rangka antisipasi virus zika. foto:sandi/batampos
Petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjungbalai Karimun melakukan pemeriksaan di Pelabuhan Internasional terhadap para penumpang yang baru datang dari Singapura dalam rangka antisipasi virus zika. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Sejak virus zika ditemui telah menjangkiti puluhan orang di Singapura, Pemerintah Indonesia melalui Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjungbalai Karimun mulai melakukan antisipasi dengan melakukan pemeriksaan terhadap semua penumpang yang datang dari Singapura di pelabuhan internasional.

”Sesuai dengan update data yang kita terima dari Kementerian Kesehatan RI, khususnya dua hari lalu bahwa telah ada 40 orang pria dan satu orang wanita di Singapura yang terjangkit dengan virus zika. Untuk itu, kita di Tanjungbalai ikut melakukan antisipasi, mengingat daerah kita sering dikunjungi warga asal Singapura,” ujar Kepala KKP Tanjungbalai Karimun, Syarifuddin Saragih kepada koran Batam Pos, Selasa (30/8).

Prosedur pemeriksaan penumpang kapal yang baru datang dari Singapura, kata Syarifuddin, dilakukan pada saat penumpang yang baru turun dari kapal. Seperti kemarin, petugas KKP melakukan pemeriksaan sebelum penumpang memasuki areal atau tempat antrian pemeriksaan Imigrasi (TPI). Dan, pemeriksaan dilakukan tanpa pengecualian. Apakah penumpang itu warga negara Singapura atau WNI tetap harus diperiksa.

Alat yang digunakan untuk melakukan pemeriksaan penumpang yang baru datang dari Singapura, Syarifuddin menjelaskan, pemeriksaan terhadap para penumpang untuk saat ini dilakukan dengan cara manual. ”Disebabkan alat scan monitor yang biasa dipasang di dalam ruangan antri pemeriksaan mengelami kerusakan beberapa bulan lalu, maka untuk pemeriksaan kita menggunakan alat thermo yang biasa digunakan untuk memriksa suhu tubuh. Caranya, alat tersebut ditempelkan di kepala orang yang diperiksa,” paparnya.

Kerusakan alat scan monitor, lanjut Syarufuddin, sudah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu. Salah satu kerusakannya tidak bisa mendeteksi suhu tubuh. Yakni, suhu tubuh dideteksi seluruhnya 38 derajat. Untuk itu, kebetulan ada teknisi yang datang dari pusat untuk melakukan pengecekan dan perbaikan. Selain itu, untuk mengantisipasi virus zika sejak dini pihaknya juga menitipkan health card allert ke nakhoda kapal. Tujuannya, agar diisi oleh setiap penumpang dari Singapura tujuan ke Tanjungbalai Karimun. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar