Belum Ada Larangan ke Singapura

933
Pesona Indonesia
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, SKM, M.Kes (pegang mic) didampingi Kadinskes Batam Drg Chandra Rizal (dua dari kanan) sosialisasi bahaya virus zika di Kantor Kesehatan Pelabuhan Batuampar, Selasa (30/8/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, SKM, M.Kes (pegang mic) didampingi Kadinskes Batam Drg Chandra Rizal (dua dari kanan) sosialisasi bahaya virus zika di Kantor Kesehatan Pelabuhan Batuampar, Selasa (30/8/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah masih belum memberikan larangan bepergian ke Singapura terkait merebaknya penyakit zika di negeri tersebut. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana, situasi di Singapura masih terbilang kondusif.

“Kami lihat situasi di Singapura. (Pemerintah) Singapura masih belum melarang masyarakatnya ke luar rumah,” kata Tjetjep dalam konferensi pers di Kantor Kesehatan Pelabuhan, Selasa (30/8).

Saat ini, kata Tjetjep, pemerintah tengah berupaya melakukan cegah tangkal tanpa mengganggu lalu lintas. Baik yang datang maupun ke luar Batam.

Upaya pencegahan dan penangkalan virus itu dengan memberikan kartu kewaspadaan (alert card) serta memeriksa suhu tubuh dengan thermal scanner. Alert card berbentuk selembar kertas pemeriksaan yang diberikan pada para penumpang yang akan memasuki Batam.

Para penumpang harus mengisinya dan menyerahkannya kembali ke petugas bersamaan dengan pemeriksaan paspor. Tjetjep mengatakan, penumpang yang memiliki, minimal, dua dari empat gejala akan ditarik dari rombongan.

Kelima gejala itu, yakni,

  1. demam tinggi di atas 38 derajat,
  2. mata merah,
  3. ruam-ruam,
  4. tanda-tanda sakit kepala, pusing,
  5. pegal linu.

“Setelah itu akan dilakukan pengambilan darah untuk cek darah. Dalam waktu 2×24 jam dapat dipastikan positif atau negatif,” kata Tjetjep lagi.

Selain itu, Dinkes melalui Puskesmas-Puskesmas juga akan menggelar kegiatan 3M plus, abatisasi massal, dan pengasapan (fogging). Kegiatan itu akan dilakukan mulai hari ini.

“Kepala Puskesmas akan berkoordinasi dengan camat, lurah, dan RT-RW untuk melakukan gerakan massal itu,” ujarnya.

Penyakit Zika sama halnya dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan melalui nyamuk Aedes agyepti. Sayang, hingga saat ini belum ditemukan obat bagi penderita penyakit tersebut.

Tjetjep mengatakan, penderita penyakit ini hanya akan mendapatkan obat untuk menurunkan gejala-gejala yang muncul. Serta mendapatkan cairan untuk menambah daya tahan tubuh.

Pemerintah telah menunjuk tiga rumah sakit untuk merawat para pasien zika. Yakni, RSUD Embung Fatimah Batam, RSUD Provinsi Kepri di Tanjungpinang, dan RSUD Kabupaten Karimun.

“Kenapa harus dirawat di rumah sakit, karena kalau di rumah tidak bisa dipastikan dia mendapatkan perawatan yang tepat. Sebab asupan penambah daya tahan tubuh itu harus diberikan,” ujarnya (ceu)

Respon Anda?

komentar