BNPB Kirim Dua Helikopter Water Booming Padamkan Karhutla di Riau

598
Pesona Indonesia
WATER BOOMING : Helikopter waterbooming berupaya memadamkan api di lahan yang diduga dibakar di Jalan Riau ujung, Kecamatan Payung Sekaki, Kelurahan air Hitam Pekanbaru. Rabu (10/8/2016). Foto : ARIEF BUDI KUSUMA/RIAU POS
WATER BOOMING : Helikopter waterbooming berupaya memadamkan api di lahan yang diduga dibakar di Jalan Riau ujung, Kecamatan Payung Sekaki, Kelurahan air Hitam Pekanbaru. Rabu (10/8). Foto : ARIEF BUDI KUSUMA/RIAU POS/jpg

batampos.co.id РPenanggulangan Karhutla masih terus dilakukan secara intensif di wilayah Provinsi Riau. Pasalnya, asap dan titik api masih ditemukan di sejumlah daerah.

Untuk mempercepat pemadaman kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Provinsi Riau, BNPB mengirimkan tambahan armada.

“BNPB menambah dua lagi helikopter water bombing di Riau. Total ada lima, terdiri dari heli MI-171 dua unit, MI-8, Sikorsky S61, dan Bolcow 105,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho¬†seperti diberitakan Riau Pos (Jawa Pos Group) hari ini (31/8).

Selain itu juga ada 2 pesawat Air Tractor water bombing dan 1 pesawat CASA TNI AU hujan buatan. Satgas udara ini terus menggempur hot spot kebakaran hutan dan lahan dari udara dan menyemai awan-awan potensial menjadi hujan.

Pada Selasa (30/8) sebanyak 800 kilo gram garam (NaCl) telah ditebarkan ke dalam awan-awan potensial di ketinggian 9.500 kaki di atas daerah Pelalawan, Siak dan Kota Pekanbaru. Terdapat beberapa sel awan cumulus dengan puncak awan 11 ribu hingga 12.000 kaki di sekitar Riau bagian Timur Laut- Tenggara.

“Total sudah 40 ton garam digunakan untuk hujan buatan di Riau. Saat ini masih tersedia 9,5 ton garam untuk hujan buatan,” jelasnya.

Satgas darat dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, Basarnas, Masyarakat Peduli Api dan relawan juga terus beroperasi memadamkan api di darat.

Untuk memperkuat satgas darat, telah tiba bantuan 2 SSK (Satuan Setingkat Kompi) sekitar 200-300 personil dari Kodam I Bukit Barisan. Mereka akan diperbantukan untuk memadamkan api dan menjaga wilayah-wilayah yang rawan dibakar.

Menurut Sutopo, upaya yang dilakukan secara intesinsif telah memberikan hasil yang signifikan. Hutan dan lahan yang terbakar hebat di Tanah Putih dan Pujud Kabupaten Rokan Hilir telah padam. Permukaan lahan berwarna hitam bekas terbakar secara luas terhampar.

Kepala BNPB yang terbang langsung dari helikopter water bombing melaporkan, secara umum kebakaran berhasil dipadamkan. Dari pengamatan visual masih terdapat asap yang sangat tipis keluar dari lahan bercampur uap air. Udara secara umum cerah.

Namun demikian kewaspadaan tetap harus ditingkatkan mengingat ancaman masih akan berlangsung hingga September nanti. (jpg)

Respon Anda?

komentar